Pranala.co, BONTANG – Tak ada panggung hiburan. Tak ada deretan umbul-umbul di jalan. HUT ke-26 Bontang tahun ini terasa berbeda. Sepi, senyap. Tak ada euforia perayaan yang dirasakan tengah masyarakat.
Banyak warga bahkan hampir tak menyadari bahwa Bontang sedang berulang tahun. “Biasanya ada konser, lomba, dan bazar. Tahun ini sepi sekali, rasanya seperti hari biasa,” keluh Rahma (34), warga Kelurahan Lok Tuan, saat ditemui Senin (13/10/2025) sore.
Hal serupa dirasakan Andi (27), warga Gunung Telihan. Ia menilai perayaan ulang tahun kota seharusnya tetap menghadirkan semangat kebersamaan.
“Bukan soal pesta besar, tapi bagaimana warga bisa merasa ikut memiliki. Kalau acaranya minim, kebersamaan itu terasa berkurang,” ujarnya.
Namun di balik kesederhanaan itu, Pemerintah Kota Bontang memilih arah berbeda: lebih fokus pada kegiatan sosial, edukatif, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Sekretaris Kota Bontang, Aji Ernawati, mengatakan tahun ini perayaan HUT memang dikemas secara sederhana namun tetap bermakna.
“Memang tidak seramai tahun lalu, tetapi kami ingin fokus pada kegiatan yang berdampak langsung untuk warga,” katanya usai rapat persiapan perayaan HUT ke-26.
Puncak peringatan akan digelar Rabu, 15 Oktober 2025, di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) mulai pukul 08.00 Wita. Selain upacara seremonial, acara ini akan diisi dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
Salah satunya, penyediaan 40 lapak gratis bagi pelaku UMKM lokal. Tujuannya, memberi ruang bagi pengusaha kecil untuk mempromosikan produk mereka tanpa biaya sewa.
“Kami ingin perayaan HUT ini jadi ajang berbagi semangat dan kesempatan. Termasuk membantu UMKM agar lebih berkembang,” terang Aji.
Selain itu, Pemkot juga akan meluncurkan program seragam sekolah gratis bagi pelajar SD hingga SMA di seluruh kota. Program ini menjadi simbol dukungan terhadap pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar.
Tak ketinggalan, tradisi Tari Jepen kolosal akan kembali digelar, melibatkan sekira 2 ribu pelajar SMP dan SMA sederajat. Atraksi budaya khas ini selalu menjadi ikon perayaan HUT Bontang dari tahun ke tahun.
“Selain Tari Jepen, akan ada juga penyerahan KTP dan akta kelahiran oleh Disdukcapil. Semua ini untuk menunjukkan pelayanan publik yang makin dekat dengan masyarakat,” tambahnya.
Satu hari sebelum puncak acara, Selasa (14/10), Pemkot Bontang akan meluncurkan program Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis bagi mahasiswa asal Bontang.
Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda. “Kami ingin anak-anak Bontang bisa kuliah tanpa khawatir biaya,” ucap Aji.
Sebagai penutup, Pemkot akan menggelar Bontang City Carnival pada 25 Oktober 2025. Parade budaya, kreativitas masyarakat, dan kemeriahan khas Bontang akan menutup rangkaian HUT dengan nuansa meriah.
“Perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni, tapi momentum memperkuat rasa cinta terhadap kota dan menumbuhkan semangat gotong royong,” pungkas Aji. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















