Pranala.co, BALIKPAPAN — Program gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto mulai mendapat respons di daerah. Di Balikpapan, DPRD melihat kebijakan ini bukan sekadar soal pergantian atap dari seng ke genteng, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program yang menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) itu bertujuan meningkatkan kualitas hunian rakyat melalui penggunaan material bangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan rencana tersebut perlu dikaji secara komprehensif sebelum diterapkan di daerah. Karena itu, perbandingan harga dan kualitas antara genteng dan seng harus disajikan secara jelas agar kebijakan ini tidak membebani anggaran maupun masyarakat.
“Kalau memang genteng itu lebih murah dan ramah lingkungan, tentu ini menarik. Tapi harus ada perbandingan yang jelas antara harga dan kualitas genteng dengan seng,” ujar Alwi, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, kajian mendalam harus mencakup efisiensi biaya, kualitas material, hingga manfaat jangka panjang. Faktor anggaran, kata dia, menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelayakan program tersebut.
“Kalau genteng lebih ekonomis dan kualitasnya juga bagus, tentu layak didukung,” sebutnya.
Alwi juga menuturkan bahwa gentengisasi merupakan bagian dari kebijakan nasional. Jika demikian, pemerintah daerah dan DPRD perlu membangun sinergi agar pelaksanaannya berjalan optimal di daerah.
“Kalau ini program pusat, daerah tentu harus siap menjalankan, selama manfaatnya jelas dan tidak memberatkan anggaran,” tegasnya.
Di samping itu, Alwi menilai program ini berpotensi menghadirkan efek berganda bagi perekonomian Balikpapan. Pasalnya, di Kota Minyak terdapat UMKM yang memproduksi genteng berbahan tanah liat dan bisa diberdayakan jika permintaan meningkat.
“Di Balikpapan ada UMKM yang memproduksi genteng,” sebut Alwi.
Lebih lanjut, jika program ini terealisasi secara luas, peningkatan kebutuhan genteng tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha serta penyerapan tenaga kerja.
“Kalau semakin banyak rumah menggunakan genteng, ini peluang besar bagi usaha lokal,” jelasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















