Pranala.co, BONTANG – Suasana duka menyelimuti Masjid Polres Bontang, Sabtu (30/8/2025). Ratusan jemaah dari kalangan polisi, komunitas ojek online (ojol), hingga mahasiswa larut dalam doa bersama.
Mereka melaksanakan Salat Zuhur berjemaah, dilanjutkan salat gaib untuk almarhum Affan Kurniawan. Affan adalah pejuang ojol yang meninggal saat aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI, Kamis (28/8).
Kapolres Bontang, AKBP Widaho Anriani, tampak hadir di tengah jemaah. Dengan suara bergetar, ia menyebut momen ini sebagai pengingat penting, terutama bagi jajaran kepolisian.
“Kita hadir dengan hati berduka. Semoga almarhum Affan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Widaho menegaskan, kepolisian akan terus berusaha lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Kami berkomitmen memberi pelayanan yang transparan dan berkeadilan,” tambahnya.
Doa bersama ini dilengkapi tausiah dari Ustaz Ahmad Fathoni. Dengan bahasa sederhana, ia mengingatkan jamaah untuk saling menghormati, apa pun latar belakangnya.
“Sesama muslim darahnya haram, tidak boleh saling menyakiti. Kalau beda agama, kita punya ukhuwah sebangsa, bahkan ukhuwah kemanusiaan. Maka doa kita hari ini adalah wujud kasih sayang,” pesannya.
Refleksi untuk Bontang yang Damai
Bagi banyak orang, kegiatan ini bukan sekadar doa duka. Tapi juga refleksi sosial. Antara aparat, mahasiswa, dan pengemudi ojol, lahir harapan baru untuk memperkuat kebersamaan.
Kapolres menutup pesannya dengan ajakan menjaga kedamaian Kota Bontang.
“Mari kita jaga Bontang tetap aman dan nyaman bagi semua,” katanya.
Dari lantunan doa hingga tausiah yang mengalun, tersirat satu harapan: agar peristiwa ini menjadi titik balik. Kota Bontang diharapkan semakin kuat dengan semangat persaudaraan dan saling menghormati. (fr)

















