DINAS PEMUDA dan Olahraga (Dispora Kaltim) meminta para pemuda menyambut Pemilihan Umum alisa Pemilu 2024 nanti secara bersama-sama menjaga demokrasi dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, internet dan media sosial.
Hal itu menurut Sekretaris Dispora Kaltim, Sri Wartini dalam rangka untuk memilah dan memilih informasi yang layak digunakan untuk menetapkan keputusan secara bijak, baik bagi diri sendiri maupun pihak lain.
Menurut Sri Wartini, demokrasi bukan hanya persoalan memberikan suara, melainkan juga mencakup perlindungan hak-hak individu sebagai warga negara, supremasi hukum, dan pertukaran gagasan yang dinamis.
“Kita memupuk literasi demokrasi dengan memahami pentingnya tata kelola pemerintahan yang inklusif, menghormati hak-hak minoritas, dan berpartisipasi secara konstruktif dalam kehidupan berpolitik untuk membentuk masa dengan bangsa dan negara,” tutur Sri.
Dalam menghadapi masa kampanye selama 75 hari yang dimulai Selasa 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024 nanti, pemilih diberi kesempatan untuk mencermati platform demokrasi setiap pasangan capres, para caleg, dan partai politik.
“Kita perlu mencermati data resmi yang bersumber dari KPU dan Badan Pengawas Pemilu. Di luar itu, kita perlu cermati data, informasi, konten, dan berita dari media massa dan media sosial,” ujarnya.
Menurutnya, media sosial berpotensi menyebarkan hoaks politik, kampanye hitam, dan ujaran kebencian yang rawan beredar tanpa batas ruang dan waktu serta melampaui batas etika politik dan demokrasi, bahkan melanggar peraturan perundang-undangan.
Penyelenggara Pemilu dan pemerintah telah mengundang dan melibatkan pengelola platform digital dan media sosial di Indonesia untuk turut berperan aktif menjaga demokrasi di ruang-ruang digital.
Di samping itu, sebagai bagian dari masyarakat, terutama generasi muda Kaltim diharapkan memiliki keterampilan analitis, kritis, dan terlibat dalam diskursus publik secara konstruktif.
Ini agar setelah pemekaran provinsi di Papua menjadi enam, generasi muda menjadi ujung tombak secara bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan.
“Salah satu cara yang bisa dilakukan mengasah keterampilan literasi tadi yakni dengan memilih lingkungan yang positif termasuk di ruang digital,” katanya. (ADS/DISPORA KALTIM)


















