Pranala.co, BONTANG – Akses utama warga RT 26 Kelurahan Gunung Telihan, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) terputus setelah jembatan penghubung di Jalan Pipa roboh diterjang derasnya arus Sungai Bontang. Tingginya debit air membawa balok-balok kayu yang menghantam kaki jembatan hingga struktur penopangnya tidak mampu bertahan dan akhirnya ambruk, Sabtu (14/2/2026).
Lurah Gunung Telihan bersama Ketua RT 26 dan sejumlah warga meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan kondisi terkini serta mendata dampak yang ditimbulkan.
Jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama masyarakat RT 26 untuk menuju pusat kota. Selain itu, akses tersebut juga digunakan warga untuk beribadah di Musala Al Falahiyah yang berada di seberang sungai.
Ketua RT 26 Gunung Telihan, Martinus, mengatakan saat ini jembatan tidak dapat dilalui sama sekali karena mengalami kerusakan total.
“Untuk sementara masyarakat RT 25 dan RT 26 yang bermukim di Jalan Pipa harus menggunakan akses alternatif melalui Tugu Selamat Datang untuk menuju kota. Hal ini tentu cukup menyulitkan warga dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Penggunaan jalur alternatif membuat jarak tempuh warga menjadi lebih jauh dan memerlukan waktu tambahan, terutama bagi anak sekolah dan pekerja yang setiap hari beraktivitas ke pusat kota.
Kerusakan jembatan juga berdampak pada aktivitas keagamaan warga. Ustaz Nidhom selaku Imam Musala Al Falahiyah berharap agar perbaikan dapat segera dilakukan, mengingat dalam waktu dekat umat Islam akan memasuki bulan Ramadan.
“Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan. Di mushola akan ada kegiatan seperti salat tarawih, tadarus, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kami berharap jembatan ini segera difungsikan kembali demi kelancaran jamaah,” katanya.
Menurutnya, akses yang aman dan mudah sangat dibutuhkan agar warga tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
Lurah Gunung Telihan, M Cholid Hanafi menyampaikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat kota untuk mendorong penanganan darurat. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka kembali akses sementara bagi masyarakat.
Pemerintah kelurahan juga memohon dukungan berbagai pihak agar perbaikan darurat dapat segera dilaksanakan, sembari menunggu proses perencanaan dan penganggaran pembangunan jembatan beton permanen.
“Harapan kami, penanganan darurat bisa segera dilakukan agar akses warga kembali normal, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen yang tentu memerlukan tahapan teknis dan anggaran,” ujarnya. (ID/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















