BONTANG, Pranala.co – Pemerintah Kota Bontang memastikan proyek revitalisasi Danau Kanaan, Kecamatan Bontang Barat akan mulai dikerjakan pada 2026. Proyek strategis ini digelontorkan dengan nilai investasi mencapai Rp267,6 miliar.
Revitalisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga dirancang sebagai kawasan multifungsi. Danau Kanaan diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru sekaligus solusi jangka panjang untuk pengendalian banjir dan penyediaan air baku bagi masyarakat.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, menjelaskan bahwa saat ini proyek masih berada pada tahap persiapan teknis sebelum proses lelang dibuka.
“Prosesnya masih lelang. Nantinya semua perusahaan yang memenuhi syarat dapat ikut serta,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, tidak ada kualifikasi khusus bagi peserta lelang, selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.
Skema Multiyears hingga 2031
Proyek revitalisasi Danau Kanaan dirancang menggunakan skema multiyears contract (MYC) selama lima tahun, yakni 2026 hingga 2031.
Meski begitu, pekerjaan fisik ditargetkan dapat diselesaikan lebih cepat, yakni hingga 2028.
Adapun skema pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Pada 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar, meningkat menjadi Rp129 miliar pada 2027, dan Rp88,8 miliar pada 2028.
Revitalisasi Danau Kanaan merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris.
Proyek ini tidak hanya bertujuan memperbaiki fungsi waduk, tetapi juga mengembangkan kawasan sekitarnya sebagai destinasi wisata yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain pengembangan wisata, kapasitas tampung waduk akan diperluas untuk menampung air permukaan. Upaya ini diharapkan mampu menyediakan sumber air baku bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi risiko banjir di wilayah Bontang.
“Jika terealisasi, kawasan ini tidak hanya menjadi objek wisata baru, tetapi juga berperan dalam pengendalian banjir,” jelas Edi.
Revitalisasi Danau Kanaan dirancang dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek infrastruktur, lingkungan, dan ekonomi. Melalui konsep tersebut, proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kawasan, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Bontang. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















