Pranala.co, BALIKPAPAN — Aksi unjuk rasa yang dilakukan beberapa organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Melawan menuntut persoalan di Kota Minyak segera dituntaskan.
Mulai dari masalah banjir hingga proyek rumah sakit di Balikpapan Barat yang dinilai mangkrak. Aksi ini berlangsung di Balai Kota Balikpapan, Senin (9/2/2026) sekira pukul 14.00 WITA.
Koordinator Aksi Aliansi Balikpapan Melawan, Jusliadin, mengatakan aksi yang dilakukan saat ini membawa beberapa isu tuntutan, mulai dari isu nasional hingga isu daerah yang sekiranya perlu diselesaikan pemerintah. “Untuk isu nasional, kami menyoroti persoalan pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya program pemerintah pusat terkait Makan Bergizi Gratis, anggaran pendidikan yang seharusnya dialokasikan sebesar 20 persen sesuai amanat konstitusi justru mengalami pemangkasan dan dialihkan untuk program MBG.
“Kami tegaskan bahwa pemerintah, kami tidak menolak MBG, tapi kami memohon kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengkaji ulang pelaksanaan program MBG tersebut,” sebut Jusliadin.
Sebab itu, program nasional tidak boleh diterima begitu saja secara langsung di Kota Balikpapan. “Karena kami melihat kondisi Balikpapan hari ini, tenaga guru yang tersedia sangat kurang sekali,” katanya.
Lebih lanjut, kata Jusliadin, ada beberapa persoalan daerah yang harus diperhatikan Pemerintah Kota Balikpapan, mulai dari masalah banjir yang tidak tuntas hingga proyek Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat yang mangkrak.
Adapun beberapa tuntutan dari Aliansi Balikpapan Melawan, yaitu:
- Audit menyeluruh kapasitas drainase dan kolam retensi di Kota Balikpapan.
- Evaluasi seluruh izin pembangunan berdasarkan prinsip Zero Delta Q.
- Pembangunan tambahan kolam retensi serta kewajiban sumur resapan dan ruang terbuka hijau pada titik-titik yang sering banjir.
- Normalisasi pengerukan bozem yang mengalami pendangkalan.
- Mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan untuk turun dari jabatannya.
- Mendesak Kadishub Kota Balikpapan untuk turun dari jabatannya.
- Mengkaji ulang program MBG yang memangkas dana pendidikan.
- Memperbaiki seluruh jalan kota yang rusak dan mengancam keselamatan masyarakat.
- Mendesak segera pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat, serta melakukan transparansi terkait anggaran Rp106 miliar sebelumnya dan kontraktor yang terlibat.
“Kami menyampaikan bahwa aksi ini merupakan refleksi bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan,” tegas Jusliadin.
Lebih lanjut, aksi ini menjadi pemantik di awal tahun 2026 untuk membangun kesadaran kolektif, sekaligus mengajak seluruh masyarakat menyoroti berbagai persoalan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami menegaskan akan melakukan aksi yang lebih besar apabila tuntutan-tuntutan yang telah disampaikan tidak diindahkan oleh pemerintah,” tutupnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















