Pranala.co, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menetapkan satu langkah besar sebelum Pasar Pagi kembali beroperasi penuh. Langkah itu adalah digitalisasi hak lapak. Sebuah sistem baru yang disiapkan untuk menutup celah percaloan yang selama bertahun-tahun mengacaukan tata kelola pasar.
Selama ini, pedagang mengandalkan Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) manual. Dokumen itu rawan disalahgunakan. Praktik sewa ulang sering terjadi. Bahkan berpindah tangan tanpa kendali. Pemkot ingin memutus pola lama itu melalui sebuah sistem yang lebih bersih.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut pasar modern harus dimulai dari kepastian data yang tertib. Hak lapak harus jelas. Terbuka. Dan bisa diawasi publik.
Ia menegaskan bahwa seluruh bukti hak lapak nantinya disimpan secara digital. Tidak ada lagi berkas kertas yang mudah dimanipulasi. Proses verifikasi juga akan lebih cepat.
“Dengan sistem digital, alur pengawasan menjadi terbuka dan tidak lagi bergantung pada dokumen manual yang rawan disalahgunakan,” ujar Andi Harun.
Pemkot Samarinda menyadari bahwa perubahan ini tidak ringan. Pedagang sudah puluhan tahun terbiasa dengan sistem lama. Karena itu, edukasi akan dilakukan bertahap. Satu demi satu. Sampai pedagang merasa nyaman dengan sistem baru.
Andi Harun menilai pembenahan fondasi hak lapak sangat penting. Pasar Pagi bukan hanya sekadar pusat perdagangan. Tetapi juga contoh bagaimana pasar tradisional bisa dikelola dengan standar modern.
Selain urusan manajemen lapak, Andi Harun juga memaparkan perkembangan pembangunan fisik Pasar Pagi. Konstruksi utamanya sudah selesai. Tinggal dua pekerjaan tambahan yang kini dikebut.
Yang pertama adalah pembangunan koridor penghubung Pasar Pagi–Citra Niaga. Koridor itu juga akan terkoneksi dengan Masjid Darussalam. Tujuannya agar mobilitas pedagang dan pengunjung mengalir tanpa hambatan.
Yang kedua adalah pemasangan saluran air dari sisi depan pasar menuju Jalan Sudirman. Termasuk crossing di Jalan KH Khalid. Selain itu, pagar akan dipasang di sepanjang Jalan Pandai.
“Pagar ini untuk menjaga kenyamanan pedagang dan memastikan mobilitas barang tidak mengganggu aktivitas rumah atau warung di sekitar pasar,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa seluruh pekerjaan tambahan ini tidak mengganggu fungsi utama pasar. Justru memperkuat integrasi kawasan. Membuat pergerakan pedagang lebih tertata.
Pemkot menargetkan pemaparan resmi sistem digitalisasi hak lapak pada pekan depan. Presentasi akan dilakukan di Balai Kota. Setelah itu, pasar akan bergerak menuju tahap operasional penuh.
Tidak hanya sistem. Fasilitas pendukung juga disiapkan. Salah satunya adalah sambungan AC untuk setiap blok. Pedagang bebas memilih apakah ingin menggunakan AC atau tidak. Biaya operasional menjadi tanggung jawab masing-masing.
Namun jalur listrik dan kabel pendukung sudah dipasang. Pemkot memastikan tidak ada kendala teknis jika pedagang ingin menambah perangkat elektronik di kemudian hari. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















