SAMARINDA – Catur kini bukan sekadar permainan papan strategi. Di Kalimantan Timur (Kaltim), olahraga ini semakin digemari. Dari anak sekolah hingga orang tua, minatnya terus tumbuh.
Pemerintah Provinsi Kaltim pun melihat peluang besar. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan komitmen daerah untuk membina pecatur muda agar bisa menembus level internasional.
Menurut Seno, pembinaan dimulai dari kompetisi lokal. Kejuaraan daerah dinilai efektif menjaring talenta. Bibit unggul yang muncul kemudian masuk binaan Pengprov Percasi Kaltim.
“Kompetisi terbuka adalah pintu masuk. Dari sana kita bisa menemukan pecatur-pecatur muda yang siap dilatih lebih serius,” ujar Seno Aji.
Sistem ini juga disebut bisa diterapkan pada cabang olahraga lain. Tujuannya jelas: meningkatkan prestasi atlet Kaltim secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Harapan besar pun digantungkan pada lahirnya pecatur andalan baru. Seno menyebut nama WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite sebagai contoh nyata.
Pecatur wanita asal Indonesia itu sudah membuktikan kemampuannya di level internasional, termasuk di Konaev Cup 2024 di Kazakhstan.
“Kami ingin melahirkan lebih banyak atlet yang bisa mengikuti jejak Chelsie Monica,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Kejurprov Catur 2025 telah sukses digelar. Sebanyak 290 pecatur dari 10 kabupaten/kota ambil bagian.
Ajang ini tidak hanya sekadar lomba, tapi juga persiapan menuju Porprov 2026 dan Pra-PON.
Hasil kejurprov akan menjadi acuan dalam menentukan siapa saja yang berpeluang memperkuat Kaltim di level lebih tinggi.
Tak hanya pembinaan, Pemprov Kaltim juga menyiapkan penghargaan. Bonus bagi atlet peraih medali di PON akan segera dicairkan pada November mendatang.
Insentif serupa juga akan diberikan untuk atlet dari cabang olahraga lain yang berprestasi di tingkat nasional.
“Ini bentuk motivasi agar atlet terus berjuang dan tidak kehilangan semangat,” kata Seno. (TIA)

















