Pranala.co, BONTANG — Suasana pengarahan siaga aparatur Pemerintah Kota Bontang menjelang akhir tahun mendadak berubah. Di tengah kegiatan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang melakukan tes urine secara tiba-tiba, Kamis siang, 18 Desember 2025.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, aparatur yang hadir langsung diarahkan mengikuti pemeriksaan. Tidak ada pengecualian. Semua wajib ikut.
Total sebanyak 317 pegawai menjalani tes urine mendadak tersebut. Mereka berasal dari empat organisasi perangkat daerah.
Yakni Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Peserta tes terdiri dari Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Seluruhnya diperiksa sebagai bentuk penegakan disiplin dan komitmen bersama dalam upaya pemberantasan narkoba di lingkungan pemerintahan.
Tes urine dilakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Terlebih, akhir tahun dinilai sebagai periode rawan.
Petugas BNN Kota Bontang mengambil sampel urine dengan pengawasan ketat. Prosedur dilakukan sesuai standar untuk memastikan hasil pemeriksaan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain bersifat pengawasan, kegiatan ini juga mengandung unsur edukasi. BNN menekankan pentingnya kesadaran pribadi aparatur dalam menjaga kesehatan, integritas, dan profesionalisme sebagai pelayan publik.
Lingkungan kerja yang bersih dari narkoba dinilai menjadi fondasi utama terciptanya pelayanan publik yang aman dan berkualitas.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Hasil tes urine akan diumumkan setelah seluruh sampel selesai dianalisis. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















