Pranala.co, BONTANG – Deru aktivitas industri tidak boleh menggerus masa depan lingkungan. Pesan itu ditegaskan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025 di Port Area Km 35, Kelurahan Bontang Lestari, Senin (8/12/2025).
Di hadapan jajaran pemerintah dan pekerja industri, Neni menyampaikan bahwa pembangunan harus sejalan dengan pemulihan ekosistem.
“Tidak boleh ada eksploitasi tanpa pemulihan. Pemeliharaan lingkungan adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan,” ujar Neni tegas dalam sambutannya.
Pada kegiatan yang digelar PT Indominco Mandiri itu, Wali Kota memberikan apresiasi. Perusahaan tambang tersebut dinilai tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga berkomitmen menjaga lingkungan.
Komitmen itu dibuktikan lewat penanaman dan penyisipan 10 ribu bibit mangrove di kawasan pelabuhan serta buffer zone.
“Ini bukti bahwa perusahaan tambang pun dapat memberi kontribusi positif bagi bumi,” kata Neni.
Ia menjelaskan, mangrove bukan sekadar tanaman. Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi, sekaligus menjadi rumah bagi biota laut dan penghasil oksigen.
Neni mengingatkan, gerakan menanam pohon tidak boleh hanya menjadi acara tahunan.
“Menanam harus menjadi kebiasaan harian. Ini tanggung jawab kita untuk generasi berikutnya,” pesannya.
Ketua Panitia HMPI PT Indominco Mandiri, Syahidul, memaparkan data yang mencemaskan. Sepanjang 2023, Kalimantan Timur kehilangan sekitar 57 ribu hektar hutan.
Kondisi ini membuat kegiatan konservasi menjadi sangat penting untuk menekan risiko banjir hingga kekeringan di masa depan.
Program itu diharapkan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















