pranala.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Kalimantan Timur memasang sejumlah alat pendeteksi. Yakni, kompas di tiap titik permukaan sungai yang rawan akan banjir. Gunanya, mempermudah pengawasan daerah rawan banjir.
Dikatakan Kepala BPBD Kota Bontang, Ahmad Yani sebanyak dua dari enam titik wilayah rawan banjir di Kota Bontang belum terpasang alat pendeteksi banjir. Dia menyebut hal tersebut disebabkan minimnya anggaran.
“Mudahan tahun depan ada penambahan alat pendeteksi lagi,” ungkapnya.
Berdasarkan pemetaan wilayah rawan banjir empat daerah telah terpasang kompas. Yakni, sungai KM 5, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Gunung Telihan, Jalan Brokoli Kelurahan Gunung Elai, dan Jalan Ahmad Yani Kelurahan Api-Api.
“Sebenarnya Kelurahan Guntung dan Bontang Kuala ini kan rawan banjir juga. Untuk tahun ini kami usahakan kompas bisa terpasang di dua daerah itu,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD saat ini menempatkan setiap tim pada masing-masing wilayah tersebut, guna melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi terkini di wilayah yang rawan bencana banjir. Terkhusus daerah yang tak memiliki alat deteksi banjir.
Tambahan informasi, daerah rawan banjir berada di Sembilan Kelurahan yaitu Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Kanaan, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Api-Api, Kelurahan Satimpo, Kelurahan Guntung, Kelurahan Tanjung Laut, Kelurahan Tanjung Laut, dan Kelurahan Bontang Kuala. [ADS]


















