Pranala.co, BONTANG — Ribuan pasang mata tertuju ke Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kamis (15/1/2026) itu, Hari Desa Nasional diperingati secara meriah.
Lebih dari 100 ribu peserta hadir. Desa dan kelurahan dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul. Tema besar yang diusung sederhana, namun kuat: Bangun Desa, Bangun Indonesia.
Di tengah keramaian itu, nama Kota Bontang kembali disebut. Bukan sekali. Melainkan berkali-kali.
Kota di pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut sukses memboyong sejumlah penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Bontang di kancah nasional.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menerima penghargaan Upakarya Wanua Nugraha. Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil membina kelurahan terbaik.
Trofi dan piagam diserahkan langsung Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus. Wali Kota Neni menerima penghargaan tersebut bersama tiga wali kota lainnya di Regional III. Mereka berasal dari Kota Payakumbuh, Yogyakarta, dan Mataram.
Tak berhenti di situ. Pada ajang yang sama, Kelurahan Satimpo juga menorehkan prestasi membanggakan. Kelurahan ini masuk jajaran kelurahan terbaik nasional dalam Pemdeskel Award 2026.
Penghargaan kategori kelurahan itu diterima langsung Lurah Satimpo, Maryono. Sekali lagi, nama Bontang disebut di panggung nasional.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya peran desa dan kelurahan. Menurutnya, desa adalah garda terdepan pelayanan publik. Sekaligus fondasi pembangunan nasional.
Penguatan desa dan kelurahan, kata dia, menjadi kunci pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Usai menerima penghargaan, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan rasa syukur. Ia menyebut capaian ini sebagai buah dari kerja bersama.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan apresiasi atas pembinaan kelurahan. Tapi yang terpenting bukan pialanya. Melainkan bagaimana pelayanan kepada masyarakat terus kami tingkatkan,” ujar Neni.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Neni itu juga menyampaikan selamat kepada Lurah Satimpo, Pemerintah Kota Bontang, serta Provinsi Kalimantan Timur.
Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi kelurahan lain. Terutama dalam meningkatkan kualitas layanan dasar kepada masyarakat.
Mulai dari pemenuhan enam standar pelayanan minimal, penguatan posyandu, penanganan stunting, hingga pengaktifan pos keamanan lingkungan.
Sementara itu, Lurah Satimpo Maryono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan, capaian nasional ini bukan hasil kerja satu orang.
“Ini hasil kerja kolaboratif. Dukungan masyarakat dan seluruh mitra kelurahan sangat besar perannya,” kata Maryono, didampingi Ketua TP PKK Kelurahan Satimpo, Giyanti Maryono.
Ia berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan. Bahkan ditingkatkan. “Tujuan akhirnya tetap satu. Memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur, Puguh Harjanto. Ia hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur dan turut menerima penghargaan dalam rangkaian acara tersebut. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















