Pranala.co, SAMARINDA – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan dana tunai sebesar Rp2,18 triliun. Jumlah tersebut meningkat 19,13 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari program Serambi 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri). Program tersebut dirancang untuk memastikan ketersediaan uang layak edar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci dan Lebaran.
“Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk Ramadan dan Idulfitri 2026,” ujar Jajang dalam keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Jajang, puncak kebutuhan uang kartal di Kalimantan Timur umumnya mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan tahunan. Karena itu, alokasi Rp2,18 triliun diproyeksikan mampu memenuhi lonjakan permintaan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Serambi 2026 berlandaskan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menekankan prinsip efisiensi, ketepatan waktu, dan keamanan dalam penyediaan uang layak edar.
Untuk memudahkan masyarakat, layanan penukaran uang dilakukan bekerja sama dengan perbankan di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja Bank Indonesia Kalimantan Timur. Layanan berlangsung pada 18 Februari hingga 15 Maret 2026, mengikuti jam operasional bank.
Sejumlah lokasi strategis disiapkan, antara lain layanan penukaran ritel di beberapa masjid di Samarinda, layanan terpadu bersama perbankan di Gedung Pramuka, serta di 35 kantor bank.
Seluruh proses pendaftaran penukaran dilakukan secara daring melalui aplikasi atau laman PINTAR. Setiap warga dapat menukar maksimal satu paket senilai Rp5,3 juta.
Bagi masyarakat di wilayah Kalimantan, pendaftaran penukaran melalui PINTAR dibuka dalam dua tahap, yakni 14 Februari 2026 pukul 08.00 Wita dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 Wita.
Selain layanan penukaran, Serambi 2026 juga menjadi momentum edukasi kepada masyarakat agar mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang.
Masyarakat juga diingatkan untuk merawat uang Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu tidak dilipat, tidak dicoret, tidak diremas, tidak distapler, dan tidak dibasahi. Bank Indonesia turut mengajak masyarakat untuk bijak bertransaksi selama Ramadan dan Idulfitri.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada perbankan dan seluruh mitra kerja atas sinergi dalam menghadirkan layanan penukaran yang mudah diakses, tertib, dan lancar, sehingga distribusi uang Rupiah berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Jajang. (SON/RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















