KALTIM, Pranala.co – Rabu (28/5) dini hari yang kelam. Lima rumah warga di Gang Soponyono, Jalan Andika, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, habis terbakar. Api mulai terlihat pukul 03.15 WITA. Semua panik. Petugas pemadam sibuk memadamkan kobaran. Warga sibuk menyelamatkan barang.
Di tengah kekacauan itu, muncul seorang pria berpakaian mirip petugas damkar. Masuk ke rumah. Katanya mau bantu. Tapi justru mencuri. Uang Rp292 ribu dan perhiasan imitasi raib dibawa kabur.
Namanya MR, umur 26 tahun. Warga curiga. Ada yang melihat gelagat aneh. Langsung diteriaki. Hampir dihakimi. Untung cepat diamankan polisi.
Kapolres Berau AKBP Khairul Basyar angkat bicara. MR tidak sendirian. Ada pelaku lain: ER alias S, usia 30 tahun. Lebih berbahaya. Diduga otak pembakaran.
Mereka berdua menyusun skenario. Sediakan bensin dari motor, ditampung ke dalam botol air mineral. Target: rumah milik Abdul. Mereka pilih waktu dini hari. Saat warga lelap. Bensin disiram ke tumpukan kardus dan pakaian. Lalu disulut korek api gas.
Api membesar cepat. Lima rumah kayu ludes. “Total kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta,” ungkap Kapolres Berau.
Motif mereka mencuri. Tapi caranya keji. Manfaatkan situasi genting, menyamar sebagai penyelamat, lalu menjarah.
Barang bukti yang disita cukup lengkap. Uang tunai hasil curian. Perhiasan imitasi. Korek api. Botol bekas bensin. Dan seragam damkar palsu yang dipakai MR saat beraksi.
ER sendiri ditangkap Kamis dini hari, 29 Mei 2025. Tak bisa berkutik setelah rekannya buka mulut.
Kini keduanya terancam pasal berlapis. Pembakaran rumah. Pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman berat menanti mereka.
Kapolres menegaskan penyelidikan masih berlanjut. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat. Polisi mendalami semua kemungkinan. [RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















