Pranala.co, BONTANG – Program Koperasi Merah Putih yang kini mulai berjalan setiap Kelurahan di Kota Bontang diyakini punya masa depan cerah.
Keyakinan itu disampaikan langsung Anggota DPD RI Andi Sofyan Hasdam, saat berkunjung ke Bontang, Selasa (22/7/2025).
Menurutnya, kunci keberhasilan koperasi ada pada kenyamanan konsumen. Hal yang selama ini jadi keunggulan minimarket seperti Indomaret dan Alfamart.
“Kalau nyaman, orang betah. Itulah yang harus ditiru koperasi. Bukan cuma jualan, tapi juga menciptakan suasana belanja yang enak,” ujar Sofyan.
Ia mencontohkan pengalaman unik dari Marangkayu. Di sana, ada minimarket bernama Ambo Mart. Ambo berarti ‘ayah’ dalam Bahasa Bugis, sementara indo berarti ‘ibu’.
“Pola pelayanannya mirip minimarket besar. Barang ditata rapi, ada AC, pelayanan ramah. Hasilnya? Laku keras,” tambah mantan Wali Kota Bontang dua periode itu.
Sofyan yakin, KKMP punya potensi mengubah wajah ekonomi lokal. “Kalau berhasil, bukan tidak mungkin nanti orang kota malah belanja ke desa. Ekonomi di akar rumput bisa tumbuh,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami psikologi konsumen, khususnya ibu-ibu.
“Ibu-ibu itu kalau belanja, keliling dulu. Beli satu barang tapi bisa tawaf satu jam. Beda dengan bapak-bapak, datang langsung ambil dan bayar. Nah, suasana gerai koperasi harus bisa mengakomodasi itu,” ucap Sofyan.
“Yang penting tata dengan baik, buat nyaman, dan jalankan dengan manajemen yang profesional,” pesan Sofyan menutup kunjungannya.
Program KKMP sendiri jadi sorotan nasional. Bontang jadi daerah pertama di Indonesia yang menuntaskan 100 persen Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum untuk pendirian koperasi merah putih di seluruh kelurahan.
Total ada 15 koperasi yang telah resmi berbadan hukum. Seluruhnya lahir dari musyawarah warga dan dikawal langsung oleh Pemkot.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris sebelumnya juga menyatakan bahwa KKMP akan mendapat akses pinjaman modal hingga Rp 3 miliar per koperasi, lewat kerja sama dengan Bank Kaltimtara.
Dengan konsep ekonomi gotong royong, koperasi ini diharapkan menjadi motor baru penggerak perekonomian rakyat Bontang—berbasis kelurahan, berpijak pada semangat kolaborasi. (fr)

















