BONTANG, Pranala.co – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi VIII Kalimantan Timur (Porprov VIII Kaltim) dipastikan berlangsung November 2026. Kepastian ini mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata-Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang untuk mulai menyusun strategi, termasuk penyesuaian anggaran dan persiapan atlet.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lanjutan yang digelar di Pendopo Bupati Paser, Kamis (2/4/2026). Rakor juga menegaskan bahwa Porprov VIII tidak akan ditunda ke tahun 2027.
Kepala Dispora Bontang, Eko Mashudi, menyampaikan bahwa penetapan jadwal membuat daerah harus segera menyesuaikan perencanaan, termasuk pengajuan anggaran pada APBD Perubahan 2026.
“Dengan dipastikan berlangsung November 2026, tentu kami menyesuaikan perencanaan, termasuk pengajuan anggaran di APBD Perubahan,” ujarnya.
Dalam menghadapi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi ini, Dispora Bontang menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah efisiensi melalui pengurangan nomor pertandingan, sehingga fokus tetap pada kualitas, bukan kuantitas.
“Fokus kita kualitas, bukan kuantitas. Jadi atlet yang dikirim benar-benar yang berpeluang meraih medali,” jelas Eko Mashudi.
Selain itu, pelaksanaan Porprov VIII akan menerapkan sistem desentralisasi cabang olahraga. Artinya, tidak semua pertandingan akan dipusatkan di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah. Beberapa cabang olahraga seperti layar, golf, squash, rugbi, dan bowling direncanakan digelar di luar daerah, menyesuaikan ketersediaan sarana dan prasarana.
Dari sisi pembiayaan, Dispora Bontang mengusulkan anggaran awal sekira Rp6 miliar untuk APBD Perubahan 2026. Besaran final akan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan target capaian medali.
“Nominalnya masih usulan awal, nanti akan disesuaikan dengan kondisi anggaran dan target capaian medali,” tambah Eko Mashudi. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















