Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi kunci. Salah satu jalannya melalui program stimulus pendidikan atau beasiswa.
Program ini tidak lagi sebatas menyasar pendidikan dasar dan menengah. Kini, arah kebijakannya sudah menjangkau perguruan tinggi. Bahkan hingga luar negeri.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pemerintah daerah menghadirkan skema beasiswa yang semakin beragam. Tujuannya satu. Membuka akses pendidikan seluas-luasnya, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
“Beasiswa yang kita siapkan tidak hanya untuk SD, SMP, dan SMA. Sekarang sudah sampai ke perguruan tinggi,” ujar Ardiansyah, Rabu (14/1/2026).
Untuk pendidikan tinggi, Pemkab Kutim menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Melalui Baznas, beasiswa tidak hanya diberikan untuk kampus dalam negeri, tetapi juga luar negeri.
Salah satu tujuan studi yang dibuka adalah Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Kampus ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.
“Baznas sudah sanggup. Jadi masyarakat yang ingin sekolah ke luar negeri bisa diarahkan ke Baznas. Tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” kata Ardiansyah.
Namun, program ini memiliki batasan yang jelas. Beasiswa luar negeri tersebut diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, jurusan yang dibiayai saat ini masih difokuskan pada bidang keagamaan, khususnya studi Islam.
“Program ini bukan untuk semua perguruan tinggi umum. Dan itu pun diperuntukkan bagi mahasiswa yang memang tidak mampu,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Baznas Kutim Masnif Sofwan menjelaskan, program beasiswa ke Al Azhar sudah berjalan. Saat ini, lima mahasiswa asal Kutim tengah menempuh pendidikan di Kairo.
“Sekarang mereka sudah masuk tahun kedua, atau semester empat,” ujarnya.
Masnif berharap, program ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual. Lulusan Al Azhar diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.
Terutama dalam penguatan nilai keagamaan dan pembinaan umat. “Mudah-mudahan dalam empat tahun ke depan, kita sudah mendapatkan ulama baru dari sana,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemkab Kutim berharap investasi di bidang pendidikan benar-benar berdampak jangka panjang. Bukan sekadar angka penerima beasiswa. Tetapi lahirnya sumber daya manusia yang siap membangun daerah, lahir dan batin. (SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















