pranala.co – Menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan terus mematangkan persiapan atletnya.
Ajang olahraga empat tahunan ini sesuai jadwal akan berlangsung pada 12-23 November 2022 mendatang di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).
Untuk mempersiapkan ajang tersebut, DPOP memanggil semua cabang olahraga (cabor) untuk melaksanakan rapat, pada Jumat (13/5/2022) lalu.
BACA JUGA: Dua Kecamatan di Kukar Terendam Banjir dan Longsor
“Saran dari cabor, mereka akan mengajukan data-datanya. Dan akan kami verifikasi kembali untuk disesuaikan dengan nomor tanding yang ada di Porprov,” terang Kepala DPOP Balikpapan, Ratih Kusuma usai memimpin pertemuan tersebut.
Ratih menyebut, total anggaran yang disiapkan untuk Porprov sebanyak Rp8,7 miliar, untuk 485 atlet dan 110 pelatih serta 25 ofisial.
“Dana itu digunakan untuk anggaran akomodasi, baju defile, makan dan minuman atlet, penginapan serta kesehatan,” beber Ratih.
Dari hasil rapat tersebut, sambung mantan Direktur RSUD Beriman ini, semua saran dan masukan dari cabor akan dikomunikasikan kembali ke Wali Kota Balikpapan maupun DPRD Kota Balikpapan.
BACA JUGA: 7 Orang Diperiksa Terkait Kebakaran Kilang Balikpapan
“Intinya komunikasi, kerja sama dan kolaborasi dilakukan demi kemajuan olahraga di Kota Balikpapan khususnya,” tandasnya.
Ditanya soal entry by number, Ratih mengatakan akan kembali dikomunikasikan ke Dispora Kaltim termasuk berkomunikasi dengan internal DPOP Balikpapan.
Tambahan informasi, panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim telah melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh perwakilan pengurus provinsi cabang olahraga se-Kaltim, Februari lalu
Dari hasil rakor porprov tersebut, ditetapkan sebanyak 1.001 nomor yang akan dipertandingkan dengan memperebutkan 4.076 medali dan 9.625 keping medali yang dikalungkan dari 63 cabor yang dimainkan pada Porprov VII Kaltim 2022.
BACA JUGA: Pemandu Wisata di Balikpapan Meninggal saat Mengantar Peneliti Masuk Hutan
Dari jumlah 1.001 tersebut, masih menunggu ketetapan dari tim pengawasan dan pengarah (Warsah) KONI Kaltim. Dimana, tim yang tugasnya menyaring nomor tanding mana saja yang acuannya dimainkan di PON, Porprov Kutim 2018, dan Olympic Game.
Dari nomor tanding yang ditetapkan oleh tim Warsah ini sifatnya juga belum final. Kemungkinan besar terjadi perubahan lagi dari jumlah 1.001 itu. Karena beberapa pengprov cabor masih diberi kesempatan untuk mengklarifikasi masing- masing nomor tandingnya. (js/id)
















