SANGATTA, Pranala.co – Pansel Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemkab Kutai Timur (Kutim) resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi penjaringan jabatan eselon II.B tahun 2026. Dari puluhan pelamar, 23 nama dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan perjuangan ke tahapan seleksi berikutnya yang lebih ketat.
Pengumuman tertuang dalam dokumen bernomor 020/PANSELJPTP/KUTIM/III/2026 yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi, Rizali Hadi, pada Jumat (27/3/2026) di Sangatta. Keputusan tersebut merupakan hasil telaah berkas yang dilakukan secara cermat dan objektif terhadap dokumen para pelamar sejak masa pendaftaran dibuka awal Maret lalu.
Seleksi ini membuka kesempatan untuk empat posisi strategis di lingkungan Pemkab Kutim. Masing-masing jabatan memiliki jumlah pelamar lolos yang berbeda:
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi—empat kandidat: Insan Bowo Asmoro, Irma Yuwinda, Piter Buyang, dan Sulisman.
Kepala Dinas Pariwisata—kompetisi paling ketat dengan tujuh kandidat: Akhmad Rifanie, Danar Takdir Suprayogi, Demmy Adhitia Herwanto, Ilham, Islamuddin Rusmin Reka, Jumraedah, dan Mahriadi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)—delapan kandidat: Akhmad Tarmiji, Andi Nurhadi Putra, Bony Briks, Christanti Widi Astuti, Deky Hermawan, Muhammad Yani, Novian Prananta, dan Saiful Ahmad.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah—empat kandidat: Firman Wahyudi, Marhadyn, M. Apandi, dan Nurrahmi Asmalia.
“Nama-nama tersebut merupakan pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat,” tegas Rizali Hadi dalam pengumuman resmi panitia.
Tiga Tahapan Berat Menanti
Bagi 23 kandidat yang lolos, perjalanan seleksi baru dimulai. Tahapan berikutnya akan menguji kecakapan konseptual sekaligus kematangan kepemimpinan.
Tahap Pertama—Penulisan Makalah (4 April 2026): Para peserta akan menuangkan gagasan strategis selama 120 menit di Laboratorium CAT BKPSDM Kutai Timur. Tema makalah berfokus pada percepatan pembangunan daerah, sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Tahap Kedua—Assessment Kompetensi (6–8 April 2026): Evaluasi kemampuan dan kepribadian akan berlangsung secara hybrid, kombinasi daring dan luring di kantor BKPSDM. Panitia menekankan disiplin waktu sebagai bagian penting penilaian.
Tahap Puncak—Wawancara (9–11 April 2026): Finalis akan beradu argumentasi di Balikpapan. Masing-masing peserta mempresentasikan makalah lima menit sebelum sesi tanya jawab mendalam bersama tim penguji.
Melalui rangkaian seleksi bertingkat ini, Pansel berupaya menjaring figur birokrat yang tidak sekadar memenuhi kualifikasi administratif. Kriteria utama meliputi kapasitas kepemimpinan, kedalaman gagasan, serta ketajaman analisis dalam merespons dinamika pembangunan daerah. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















