Pranala.co, BALIKPAPAN — Wajah Pasar Inpres Kebun Sayur bakal berubah total. Pemerintah Kota Balikpapan berencana merevitalisasi pasar tradisional ikonik yang berada di Balikpapan Barat itu mulai tahun 2026.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan, proyek ini masuk daftar prioritas. “Masih kita bahas. Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai,” katanya, Kamis (5/6).
Ia menyebut Detail Engineering Design (DED) untuk proyek ini sudah rampung. Tak hanya untuk Pasar Kebun Sayur, tapi juga untuk beberapa pasar induk lainnya. Namun, fokus utama tetap pada Kebun Sayur, karena dinilai strategis dan ikonik.
Revitalisasi tidak sekadar mempercantik. Tapi juga mengubah konsep pasar tradisional menjadi pasar modern bertingkat tiga lantai.
Dilengkapi fasilitas basement parkir, taman, dan food court, pasar ini diharapkan nyaman bagi pedagang, pembeli, hingga wisatawan.
“Pasar ini bukan cuma tempat belanja. Tapi juga jadi tempat yang nyaman untuk keluarga,” ujar Bagus.
Dengan desain modern dan fasilitas lengkap, pasar ini ditargetkan menjadi destinasi wisata belanja modern.
Konsep tersebut sekaligus mendukung posisi Balikpapan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) berskala nasional dan internasional.
Proyek ini akan berdiri di atas lahan milik Pemkot seluas 2,5 hektare. Tak ada kendala perizinan, sehingga proyek bisa langsung bergerak begitu anggaran tersedia.
Menariknya, area pasar loak seluas 2 hektare di sebelahnya juga akan ikut ditata. Dengan begitu, kawasan Kebun Sayur akan berubah total menjadi area perdagangan yang bersih, tertata, dan representatif.
Bagus menyebut, revitalisasi ini membutuhkan anggaran besar. Karena itu, Pemkot Balikpapan akan mengupayakan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
“Kami akan perjuangkan bantuan keuangan di luar APBD,” ujarnya.
Meski proyek besar ini bakal berjalan, Bagus memastikan aktivitas pedagang tidak akan terganggu. Pemerintah telah menyiapkan rencana relokasi sementara yang aman dan nyaman.
Kajian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) juga sedang disusun untuk memastikan semua berjalan tanpa hambatan.
“Pedagang tetap bisa berjualan. Proyek tetap jalan. Masyarakat tetap dilayani,” tutupnya. [SR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1