Pranala.co, SAMARINDA – Haru dan bahagia mewarnai halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (26/8/2025) pagi.
Sebanyak 200 marbot masjid dilepas menuju Tanah Suci. Mereka adalah rombongan pertama penerima manfaat Program GratisPol yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Total ada 3.187 penjaga rumah ibadah se-Kaltim yang akan diberangkatkan secara bertahap hingga akhir tahun ini.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut, program ini merupakan bentuk penghormatan bagi para penjaga rumah ibadah. Mereka yang selama ini mengabdikan hidup untuk menjaga tempat umat beribadah, kini diberi kesempatan menjalani perjalanan religi ke Tanah Suci.
“Keberangkatan ini akan dilakukan bertahap. Hari ini marbot masjid, berikutnya penjaga rumah ibadah lain hingga jumlah keseluruhan terpenuhi,” ujar Seno.
Ia menegaskan, program ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah pada mereka yang berkontribusi membina spiritualitas masyarakat.
Pelaksanaan GratisPol melibatkan kerja sama teknis antara Pemprov Kaltim dengan Kementerian Agama di setiap kabupaten/kota. Menurut Seno, sinergi ini menjadi kunci agar program berjalan lancar.
“Kerja sama ini simbol sinergi antarinstansi. Tujuannya membangun pemerintahan yang adil, religius, dan sejahtera,” tegasnya.
Program GratisPol tidak hanya menyentuh marbot masjid. Penjaga rumah ibadah lintas agama juga mendapat kesempatan yang sama.
Berikut rinciannya: 2.597 marbot masjid; 389 penjaga gereja Kristen; 144 penjaga gereja Katolik; 19 penjaga pura; 22 penjaga vihara; 16 penjaga kelenteng Konghucu.
Pemprov berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi nasional. Tidak hanya membangun kesejahteraan, tetapi juga memperkuat keberagaman dan persaudaraan di Indonesia.
“Semoga langkah ini membawa manfaat besar, bukan hanya untuk penerima, tapi juga untuk masyarakat luas,” pungkas Seno Aji. (TIA)

















