BALIKPAPAN, Pranala.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peringatan ini disampaikan menyusul deteksi 171 titik panas yang tersebar di enam wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam sehari terakhir.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan bahwa cuaca panas yang melanda Kaltim sejak Idul Fitri pekan lalu menjadi pemicu utama munculnya titik-titik panas tersebut.
“Cuaca dalam beberapa hari terakhir sejak Idul Fitri pekan lalu memang panas. Kondisi ini kemudian memicu munculnya banyak titik panas,” ujar Carolina di Balikpapan, Sabtu (28/3/2026).
Dari total 171 titik panas yang tercatat Jumat (27/3) mulai pukul 01.00 hingga 24.00 Wita, Kutai Timur menyumbang angka tertinggi dengan 125 titik. Jumlah ini jauh melampaui wilayah lainnya di Kaltim.
Rincian sebaran titik panas menurut wilayah adalah sebagai berikut. Kutai Timur: 125 titik; Kutai Kartanegara: 20 titik; Kabupaten Berau: 11 titik; Kabupaten Paser: 10 titik; Kota Bontang: 3 titik; Kota Balikpapan: 2 titik.
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan yang berisiko membuat api merambat ke lokasi lain.
Selain itu, pembuangan puntung rokok yang masih membara juga harus dihindari agar bara api tidak mengenai daun kering di hutan maupun lahan perkebunan.
Peringatan serupa juga disampaikan kepada unsur pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Carolina menjelaskan bahwa tim BPBD bersama instansi terkait biasanya langsung melakukan pengecekan ke lokasi titik panas yang terdeteksi.
“Tim dari BPBD bersama unsur terkait saat datang ke lokasi biasanya sudah bisa memastikan apakah titik panas ini rawan menyebabkan karhutla atau tidak. Jika rawan, maka mereka langsung melakukan penanganan,” tuturnya.
Selain BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pemadaman Kebakaran juga diharapkan aktif memberikan imbauan kepada petani dan pekebun. Langkah antisipasi pencegahan karhutla dari tingkat akar rumput ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko kebakaran besar. (RE/ANT)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















