Wisatawan Luar Balikpapan bakal Dites Antigen

oleh -
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

PEMBERLAKUKAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dilaksanakan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dalam tiga pekan terakhir. Program ini efektif menurunkan angka kasus Covid-19 di Kota Balikpapan. Pada Senin (8/3) penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 33 orang.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pun telah melonggarkan wisata alam. Menurutnya Pemerintah Kota Balikpapan memutuskan untuk kembali membuka sejumlah objek wisata alam sejak pekan lalu.

“Seperti Pantai Manggar, Pantai Lamaru dan lainnya. Kita anggap bisa, ini akan membangun kekebalan dan imunitas seiring pelaksanaan vaksinasi,” kata Rizal saat jumpa pers pada Senin (8/3).

Di sisi lain, kata dia, objek wisata cukup aman dibuka untuk saat ini lantaran masyarakat sudah mulai memahami protokol kesehatan. Apalagi, wisata alam baik untuk tubuh lantaran menghirup udara segar. “Karena kan wisata alam di tempat terbuka,” sebutnya.

Rizal menjelaskan, pembukaan kembali wisata alam ini tentu tetap dengan pengawasan ketat. Selain menyangkut protokol kesehatan, pihaknya juga ingin memastikan pengunjung wisata alam, terutama yang berasal dari luar daerah terbebas dari Covid-19.

Apalagi akhir pekan lalu terjadi kepadatan pengunjung di objek wisata pantai. Ini membuat pemerintah kota merasa perlu melakukan pengawasan dan evaluasi. Ia tak ingin pelonggaran justru berdampak pada penularan lebih luas lagi bagi warga Kota Balikpapan.

Menurutnya Satgas Penanganan COVID-19 berencana akan menggelar pemeriksaan rapid test antigen di setiap objek wisata bagi para pengunjung yang datang dari luar daerah.

“Tetap kita harus waspadai, mungkin sekali-sekali kita akan lakukan pengecekan rapid antigen di tempat wisata,” katanya.

Ia melanjutkan, terkait pembatasan pengunjung selanjutnya akan menyesuaikan saja. Pihak pengelola diminta melakukan pengawasan dan perhitungan terhadap kapasitas pengunjung agar tidak terjadi kerumunan massa.

“Kuotanya enggak dibatasi. Hanya kami minta kalau terlalu besar (banyak) harus protokol kesehatan. Kami minta juga kalau sudah terlalu banyak ya harus dibatasi juga, jangan sampai berkerumun,” jelasnya.

Ia menyebut, sebenarnya untuk wisata di tempat wisata terbuka memiliki wilayah yang cukup luas. Sehingga orang tidak terlalu berkerumun dan cenderung menyebar.

Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Doortje Marpaung mengatakan, pascapelaksanaan PPKM mikro angka kasus memang turun hingga 27,6 persen.

Dengan ini artinya kerumunan jauh berkurang. Terkait pariwisata, memang diakuinya perolehan pendapatan asli daerah (PAD) memang tak terlalu signifikan sejak awal mula pandemik Covid-19 hingga kini.

Namun dengan dibukanya pariwisata alam kembali, pihaknya akan melakukan pemantauan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan.

“Nanti tim kami akan monitoring juga. Terima kasih informasinya, nanti akan kami cek seperti apa penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

 

[DN]

No More Posts Available.

No more pages to load.