Pranala.co, BALIKPAPAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini pasang laut tinggi di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur (Kaltim). Ketinggian pasang diprakirakan mencapai 2,7 hingga 2,9 meter pada 21 Januari 2026.
Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir. Terutama petambak udang, ikan, dan kepiting yang masih aktif berproduksi.
“Pasang laut setinggi ini bisa memicu banjir rob, merendam tambak, dan menimbulkan kerugian bagi warga,” kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, Selasa (20/1/2026).
Salah satu kawasan yang perlu diwaspadai adalah muara Sungai Mahakam, tepatnya di Pulau Nubi, Kabupaten Kutai Kartanegara. Di wilayah ini, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,7 meter pada 21 Januari sekitar pukul 20.00 Wita. Sementara surut terendah diprakirakan 0,3 meter pada 24 Januari pukul 03.00 Wita.
Pulau Nubi dan kawasan Muara Pantauan dikenal sebagai sentra tambak udang dan kepiting milik warga. BMKG berharap peringatan ini menjadi sinyal kesiapsiagaan agar petambak dapat mengamankan usaha mereka.
Wilayah lain yang juga berpotensi terdampak adalah perairan Balikpapan. Pasang tertinggi diprakirakan mencapai 2,9 meter pada 21 Januari pukul 20.00 Wita. Adapun surut terendah diperkirakan 0,3 meter pada 22 Januari pukul 14.00 Wita.
Di perairan Balikpapan, setidaknya ada lima kawasan pesisir yang terpengaruh langsung pasang surut laut. Mulai dari Samboja dan Samboja Barat di Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, hingga Kabupaten Paser.
“Di kawasan-kawasan ini masih banyak tambak aktif. Jika pasang laut terjadi, budi daya udang, ikan, dan kepiting berisiko hanyut atau rusak,” jelas Carolina.
BMKG juga mengingatkan dampak lain yang bisa muncul. Pasang laut tinggi berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan sosial masyarakat pesisir, hingga menyebabkan air laut masuk ke permukiman yang berada dekat pantai.
“Kondisi ini juga membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain di kawasan pesisir,” ujarnya.
Peringatan serupa turut disampaikan untuk wilayah muara Sungai Berau dan sekitarnya. Di kawasan ini, pasang tertinggi diprakirakan mencapai 2,7 meter pada 21 Januari pukul 21.00 Wita, dengan surut terendah 0,2 meter pada hari yang sama pukul 17.00 Wita.
Selain itu, Teluk Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur juga masuk dalam wilayah waspada. Pasang laut tertinggi di kawasan ini diperkirakan mencapai 2,8 meter pada 21 Januari pukul 20.00 Wita, sedangkan surut terendah sekitar 0,2 meter pada pukul 03.00 Wita.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, khususnya petambak, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengamanan tambak, peralatan, serta pemantauan kondisi air laut perlu dilakukan guna meminimalkan risiko kerugian akibat pasang laut tinggi. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















