Waspada! Kebakaran Lahan Mulai Terjadi di Kalimantan Selatan

Petugas BPBD Banjarbaru tengah memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Cempaka, Jumat (12/3/2021).

PRANALA.co – Kebakaran hutan dan lahan mulai mengancam Provinsi Kalimantan Selatan seiring kondisi cuaca panas yang terjadi meski sesekali hujan masih turun di wilayah tersebut. Sedikitnya lima hektare areal lahan semak belukar di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, terbakar.

“Kebakaran lahan terjadi di Munggu Alung, Kelurahan Sungai Tiung, kemarin seluas lima hektare. Tim gabungan BPBD, TNI-Polri, Damkar, dan relawan ikut membantu kegiatan pemadaman,” tutur Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat, Sabtu, 13 Maret 2021.

Pasca-bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel, Pemprov telah meningkatkan kewaspadaan ancaman bencana karhutla. Namun demikian bencana musim penghujan seperti banjir dan puting beliung juga masih terjadi di beberapa daerah.

BPBD Kalsel mencatat angin puting beliung di Desa Sardangan Kecamatan Kusan Hilir dan Desa Bakarangan, Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, mengakibatkan puluhan keluarga terdampak bencana. Angin puting beliung juga melanda Desa Akar Baru dan Lok Tunggul di Kabupaten Banjar yang menyebabkan puluhan rumah warga rusak. Sementara bencana banjir juga terjadi di beberapa desa di Kabupaten Balangan dan Barito Kuala.

Pejabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA menegaskan selain penanganan pasca-bencana banjir, pihaknya juga memprioritaskan antisipasi ancaman bencana karhutla yang setiap tahun menyebabkan ribuan hektare hutan dan lahan di Kalsel terbakar.

Menurutnya, pencegahan menjadi faktor utama yang sangat menentukan keberhasilan pengendalian karhutla. BPBD Kalsel mencatat setiap tahunnya ribuan hektare hutan dan lahan terbakar.

“Jangan sampai bencana kebakaran 2015 terulang. Setiap tahun ribuan hektare hutan dan lahan terbakar. Seluruh kepala daerah agar melakukan kesiapsiagaan dengan memetakan kondisi rawan terbakar hingga membentuk relawan di tingkat desa,” tuturnya.

Berdasarkan perkiraan BMKG, musim kemarau tahun ini dimulai Mei-Juni, sehingga kesiapsiagaan karhutla perlu dilakukan sejak dini. Pada kunjungan Wamen LHK Alue Dohong ke Kalsel kemarin juga mengingatkan tentang pentingnya mengantisipasi ancaman karhutla.

 

[red|id]

More Stories
Dewan Desak Agar Guru Swasta Dapat Bantuan