Bontang, PRANALA.CO – Banjir rob kembali menjadi perhatian di berbagai daerah pesisir, salah satunya, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Fenomena alam ini kerap datang tiba-tiba, membanjiri permukiman warga, melumpuhkan aktivitas, dan meninggalkan jejak kerusakan.
Namun, apa sebenarnya banjir rob itu?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), banjir rob adalah banjir yang terjadi akibat meluapnya air laut saat pasang besar. Kata “rob” sendiri mengacu pada pasang air laut yang melebihi batas normal, merambah hingga ke daratan.
Mengutip buku Macam-Macam Bencana Banjir karya Rani Siti Fitriani dkk, banjir rob terjadi ketika air laut yang pasang tidak hanya menggenangi pesisir, tetapi juga menahan aliran sungai yang seharusnya bermuara ke laut. Ketika debit air sungai bertumpuk tanpa jalan keluar, tekanan itu bisa menyebabkan tanggul jebol dan air meluber ke pemukiman.
Penyebab Banjir Rob: Alam dan Ulah Manusia
Banjir rob tidak hanya dipicu oleh fenomena alam. Berdasarkan informasi dari situs Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), ada dua faktor besar penyebabnya: alamiah dan ulah manusia.
Faktor alamiah di antaranya:
- Kenaikan muka air laut akibat pasang surut,
- Dorongan angin kencang atau swell (gelombang besar jarak jauh),
- Badai di lautan,
- Pencairan es kutub karena pemanasan global.
Sementara faktor manusia meliputi:
- Pemompaan air tanah berlebihan yang membuat tanah amblas,
- Pengerukan alur pelayaran,
- Reklamasi pantai,
- Eksploitasi berlebihan terhadap lahan pesisir.
Semua ini memperparah risiko, membuat banjir rob kian sering dan kian parah.
Dampak yang Mengintai
Seperti bencana banjir pada umumnya, banjir rob membawa dampak berat:
- Sarana dan prasarana masyarakat rusak,
- Wabah penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan mengintai,
- Erosi dan longsor bisa terjadi kapan saja,
- Lingkungan tercemar akibat luapan air kotor.
Mitigasi Banjir Rob: Sebelum, Saat, dan Sesudah
Menghadapi banjir rob butuh langkah yang sistematis. Melansir situs resmi Mitigasi Bencana Ristek Dikti, berikut upaya yang dapat dilakukan:
Sebelum banjir terjadi:
- Menata daerah aliran sungai secara terpadu,
- Menghindari pembangunan di bantaran sungai dan pesisir rawan,
- Memasang pompa air di daerah dataran rendah,
- Menggalakkan penghijauan di hulu sungai.
Saat banjir melanda:
- Menghindari berjalan di dekat saluran air,
- Mematikan aliran listrik untuk mencegah korsleting,
- Mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi,
- Segera mengungsi ke lokasi aman atau posko darurat.
Setelah banjir surut:
- Membersihkan rumah dengan antiseptik,
- Menjaga ketersediaan air bersih,
- Waspada terhadap binatang berbisa dan vektor penyakit,
- Bersiap untuk kemungkinan banjir susulan.
Banjir rob bukan hanya sekadar luapan air laut. Ia adalah sinyal dari alam bahwa keseimbangan lingkungan sedang terganggu. Dengan pemahaman dan mitigasi yang tepat, kita bisa memperkecil dampaknya — sebelum rob benar-benar menjadi bencana yang tak tertahankan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 1