Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Samarinda · 30 Mar 2022 16:54 WITA ·

Waspada! Ada Buaya Muncul di Sungai Mahakam


 Waspada! Ada Buaya Muncul di Sungai Mahakam Perbesar

pranala.co – Sebuah video amatir yang memperlihatkan kemunculan buaya membuat heboh warga Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Video pendek itu beredar di media sosial, Selasa, 29 Maret 2022.

Kemunculan buaya tersebut membuat warga sekitar dermaga heboh. Warga tak terbiasa melihat kemunculan buaya seperti itu. Dalam video amatir itu, buaya muara muncul di antara tumbuhan liar di tepi Sungai Mahakam. Warga sekitar pun tampak terkejut.

Mereka baru mengetahui keberadaan buaya di sekitar pelabuhan setelah adanya video kemunculan buaya itu viral di media sosial.

Kemunculan buaya tersebut terjadi di area Sungai Mahakam, Samarinda, di sekitar dermaga Pelabuhan Sungai Kunjang. Tepatnya, buaya tersebut muncul di belakang Masjid Al-Anshor, Sungai Kunjang.

Warga setempat memperkirakan buaya tersebut memiliki panjang 1 meter dengan lebar 10 sentimeter. Buaya tersebut diakui warga tidak menggangu.

Hewan buas ini justru menjadi hiburan warga sekitar. Beberapa warga justru mendatangi lokasi kemunculan buaya. Mereka lalu merekam menggunakan gawai buaya tersebut.

Bagi warg setempat, kehadiran buaya tersebut membuat resah. Warga Jalan Untung Suropti Samarinda, Nur, misalnya, yang tinggal di tepi Sungai Mahakam, mengaku khawatir.

Nur menetap di sebuah rumah yang lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Sungai Kunjang. Saat ditemui di rumahnya, Selasa siang, Nur mengaku takut dengan kemunculan buaya tersebut meskipun belum pernah muncul di sekitar rumahnya.

Nur tidak melihat ukuran buaya yang masih tampak kecil. Nur mengkhawatirkan adanya induk buaya yang berukuran lebih besar di lokasi tersebut.

“Panik, Pak. Ini sudah dua kali kalau lihat langsung kaya gini. Kalau di sekitar sini, gak pernah sih. Tetap khawatir meski munculnya di situ,” ujar Nur.

Marbot Masjid Al-Anshor, Hasim, mengaku kaget dengan kemunculan buaya di Sungai Mahakam, belakang Masjid Al-Anshor. Menurut Hasim, sudah lama buaya tidak muncul di sungai sekitar Pelabuhan Sungai Kunjang.

Hasim menyatakan, sebelum meluhat buaya tersebut, ia berniat membersihkan belakang masjid karena kondisinya dipenuhi tanaman liar.

Ia lalu terkejut saat melihat ada seekor buaya muncul di antara tanaman liar. Hasim pernah pula melihat buaya sebelumnya dengan ukuran lebih kecil di lokasi sekitar.

“Sering ini. Ini sempat menghilang. Sepuluh hari hilang. Muncul lagi. Kemarin masih sekitar ukuran 3 jari. Kepalanya ini 5 jari lebarnya. Saya makin resah. Apalagi anak-anak sering mancing, berenang. Di sini juga belum ada papan peringatan,” ujar Hasim.

Buaya yang muncul di Sungai Mahakam Samarinda bukan pertama kali terjadi. Namun warga menyesalkan nihilnyya papan peringatan di sekitar Pelabuhan Sungai Kunjang. Warga sekitar masih merasa khawatir saat beraktivitas di Sungai Mahakam.

 

[ks/jie]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam

26 Mei 2022 - 15:19 WITA

IMG 20220526 191708

Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu

26 Mei 2022 - 10:17 WITA

IMG 20220526 105838

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang

26 Mei 2022 - 01:16 WITA

IMG 20220526 005848

Bengkel hingga Warung Kelontong Samarinda Terbakar saat Pagi Buta

25 Mei 2022 - 10:16 WITA

IMG 20220525 121525

Rekomendasi Rental Mobil di Samarinda yang Tarifnya Tidak Bikin Kantong Bolong

25 Mei 2022 - 07:42 WITA

IMG 20220525 080346
Trending di Samarinda