Warga Melunak usai Terima Duit Santunan

Satpol PP Samarinda saat membongkar bangunan RT 28 di Jalan dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu (IDN Times/Yuda Almerio)

WARGA RT 28 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur mulai melunak menghadapi penertiban Pemerintah Kota Samarinda. Warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) itu sudah tidak memblokade jalan setelah mendapat santunan.

Petugas mulai membongkar sejumlah bangunan di lokasi. Sejumlah petugas berjaga, sedangkan satu lajur di Jalan dr Soetomo sudah bisa dilalui.

“Yang jelas hari ini tujuh rumah di bagian dalam (Pasar Segiri). Di bagian luar (Jalan dr Soetomo) ada juga dua bangunan, warga minta bantu bongkar. Ditambah lagi satu papan baliho,” ujar Muhammad Darham, kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda, Kamis (9/7) siang.

Terdapat 210 bangunan di RT 28 yang hendak ditertibkan oleh Satpol PP Samarinda. Ratusan rumah itu masuk segmen Pasar Segiri yang bersisian langsung dengan SKM. Nantinya penertiban juga berlanjut ke RT 26 dan 27.

Pembersihan kawasan sempadan anak Sungai Mahakam ini memang mendesak lantaran menjadi satu dari sekian biang banjir di Samarinda. Penyempitan dan sedimentasi yang tak tertolong jadi penyebabnya.

Idealnya lebar sungai itu mencapai 40 meter, tapi kondisi SKM saat ini hanya kisaran 25 meter saja. Sementara data sedimentasi tercatat hanya 175 meter kubik per detik, padahal sebelumnya bisa menampung 400 kubik.

Itulah yang jadi alasan Pemkot Samarinda kukuh dengan menertibkan ratusan bangunan warga di bantaran sungai tersebut. Darham menyatakan warga setempat yang sempat menolak penertiban kini melunak.

“Rata-rata warga yang sudah menerima uang santunan ini mau membongkar sendiri bangunannya,” ucap Darham.

Rencana pembongkaran ini berlanjut hingga sebulan ke depan. Namun prosesnya bertahap. Saat semua sudah menerima dana santunan, pembongkaran dilanjutkan.

Dana santunan bervariasi ini bergantung dengan luas bangunan. Duit yang diberikan ke warga ini mencakup ongkos pembersihan, mobilisasi, sewa rumah dan tunjangan kehilangan usaha.

Pembongkaran ini pun hanya sampai pukul 13.00 Wita, sebab warga RT 28 rapat dengar pendapat dengan pemkot dan DPRD Samarinda pada pukul 14.00 Wita.

“Nanti setelah itu dilanjutkan kembali,” Darham menerangkan.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairudin menerangkan sudah ada 54 warga di RT 28 yang menerima dana santunan. Dia berterima kasih karena sebagian warga sudah memberikan ruang untuk penertiban.

Hari ini DPRD Samarinda menggelar rapat dengar pendapat dengan warga soal penertiban di SKM. “Kalau kebijakannya stop (penertiban) ya setop, kalau terus ya terus,” katanya. (*)

More Stories
Bantuan Sembako Covid-19 di Samarinda Bakal Disetop