Warga Kutim Sembuh, Tak Ada Lagi Pasien Positif Corona di RSUD Bontang

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengumumkan kondisi pasien asal Kutim yang dinyatakan sembuh di lobi RSUD Bontang, Selasa (7/4) siang.


KOTA Bontang, Kalimantan Timur kembali memulangkan pasien positif Covid-19 usai dinyatakan sembuh. Pasien asal Kutai Timur itu sebelumnya dirawat dan diisolasi di RSUD Taman Husada Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, dengan pulangnya satu pasien sembuh, maka tidak ada lagi pasien terjangkit yang dirawat. Sebelumnya di rumah sakit tersebut ada dua pasien terjangkit Covid-19.

“Pertama saya harus ucapkan kepada tenaga medis yang sudah bekerja keras menangani pasien terjangkit hingga sembuh,” kata Neni dalam konferensi pers di Kota Bontang, Selasa (7/4).

Pasien dinyatakan sembuh setelah swab yang kedua dinyatakan negatif oleh laborotorium yang ditunjuk pemerintah. Apalagi pasien saat ini sudah stabil dan tanpa gejala. Pasien ini merupakan seorang perempuan berusia 43 tahun, warga Kabupaten Kutai Timur. Dia adalah salah satu peserta rapat tahunan sinode GPIB di Bogor.

“Kita tetap meminta yang bersangkutan untuk mengisolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari,” ujar Neni.

Pasien ini sendiri pada 5 Maret pernah berobat ke RSIA Cahaya Sangatta, Kutim, karena mengeluh mual, lemas, sakit kepala dan menjalani rawat jalan. Lalu pada 9 Maret yang bersangkutan kembali kontrol ke RSIA Cahaya Sangatta dengan keluhan batuk, masih lemas dan nafsu makan berkurang.

Selanjutnya pada 13 Maret yang bersangkutan masih mengeluh batuk dan lemas, dilakukan pengobatan rawat jalan. Pada hari yang sama, pasien mengeluh demam dan dilakukan foto thoraks, didapatkan gambaran bronchopneumonia.

Atas dasar hal itu, lanjut dia, maka pada 16 Maret yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang dan masuk ruang isolasi. Pada 23 Maret, hasil laboratorium dari Balitbangkes menyatakan KTM2 terkonfirmasi Covid-19.

Dia dirawat di RSUD Taman Husada Bontang selama 25 hari hingga dinyatakan sembuh. Pemkot Bontang masih menunggu Pemkab Kutai Timur soal penjemputan pasien ini. “Kalau tidak ada jemputan, kami yang antar. Kita tunggu sampai sore ini,” ucap Neni.

Neni meminta kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal penyintas Covid-19 untuk bisa menerima tanpa ada stigma buruk. Sebab, sebutnya, Covid-19 bisa dilawan dengan bersikap tenang, tidak panik, serta menjaga jarak.

“Dengan demikian, di Kota Bontang saat ini tidak ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus kita jaga jangan sampai lagi ada yang tertular,” katanya.

Sementara, pasien sembuh asal Kutim, Nensy Uli Pakpahan mengapresiasi Pemkot Bontang, tenaga medis RSUD Taman Husada Bontang yang telah merawatnya.

“Perhatian perawat dan dokter di sini (RSUD Bontang) sungguh luar biasa. Saya tidak hanya dikasih obat, tapi juga diberi semangat agar kami bisa melalui masa-masa diisolasi,” kata Nensy.

Virus Covid-19 kata Nensy mengajarkan dirinya untuk berprilaku hidup bersih. Mengatur pola makan dan rajin berolahraga. Selama di isolasi pun, dia mengaku malah rajin berolahraga. “Dulu saya enggak suka olahraga, sekarang malah rajin. Banyak pelajaran yang saya ambil dari musibah ini,” tambahnya.

Nensy berujar, karena ini virus corona semua orang bisa terkena. Oleh karena itu dirinya berpesan agar masyarakat mendukung pemerintah untuk menjaga kesehatan dan sosial distancing. (nz)

More Stories
Pabrik Amonium Nitrat Dibangun di Bontang, Wali Kota Neni Minta Serap Tenaga Lokal