Warga AS Parkir di Tengah Jalan, Protes Minta Lockdown Dicabut

  • Whatsapp
Warga Kota Lansing, ibu kota negara bagian Michigan, Amerika Serikat, turun ke jalan meminta lockdown dicabut. (Reuters)

KOTA LANSING, ibu kota negara bagian Michigan, Amerika Serikat, sedang ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Tren ini muncul setelah beredar berita yang mengabarkan bahwa ribuan warga kota tersebut turun ke jalanan atas wujud protes meminta kebijakan lockdown agar segera diangkat.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/4) siang hari waktu setempat ketika ribuan mobil sengaja diparkirkan di jalan raya menuju gedung Capitol Michigan, yang merupakan kantor legislatif negara bagian. Unjuk rasa yang bertajuk ‘operasi kemacetan’ menimbulkan kekacauan lalu lintas akibat antrean kendaraan yang sangat panjang. 

Bacaan Lainnya

Sejumlah pemrotes terlihat berteriak-teriak di depan gedung Capitol Michigan sambil membawa dan mengangkat-angkat senjata api otomatis. Sedangkan ribuan lainnya membunyikan klakson mobilnya, mengangkat spanduk, mengibarkan bendera, dan menyetel lagu God Bless The USA. Mereka juga terlihat saling berkerumun dan tidak mengenakan masker, sebagai wujud meledek instruksi physical distancing.

Massa yang berkumpul memprotes kebijakan antivirus korona Gubernur Gretchen Whitmer yang dirasa “terlalu berlebihan”. Sebelumnya pada Kamis (9/4) pekan lalu, Gretchen telah memperpanjang instruksi tetap berada di rumah hingga 1 Mei nanti. Hal tersebut dilakukannya karena Michigan merupakan negara bagian ke-4 dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak.

Meski demikian, para pemrotes merasa bahwa saat ini sudah merupakan waktunya untuk menghentikan lockdown. Mereka ingin kembali bekerja dan melakukan aktivitas secara normal. Sejumlah pemrotes mengaku bahwa mereka menyadari situasi pandemi yang sedang dihadapi AS sekarang, tetapi lockdown berdampak berat pada perekonomian mereka.

Melansir Fox News, penyelenggara “Operation Gridlock” Meshawn Maddock mengatakan, “Karantina adalah saat Anda membatasi pergerakan orang sakit. Tirani adalah ketika Anda membatasi pergerakan orang sehat.”

Hingga kini, sebanyak seperempat tenaga kerja di negara bagian Michigan telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan tunjangan pengangguran. 

Merespon pada peristiwa kemarin, Asosiasi Perawat Michigan (MNA) telah menyatakan bahwa unjuk rasa tersebut tidak bertanggung jawab karena telah menghalangi laju ambulans dan lalu lintas ke Rumah Sakit Sparrow, di mana petugas kesehatan yang berada di garis terdepan tengah mempertaruhkan nyawa untuk merawat pasien yang menderita COVID-19.

“Nyawa orang sedang diselamatkan dengan adanya instruksi untuk menetap di rumah. Kami meminta semua orang untuk melindungi diri sendiri, keluarga dan kami juga dengan melakukan yang terbaik untuk kebaikan yang lebih besar,” tulisnya dalam Tina Ray anggota MNA melalui Facebook.

Hingga hari ini, negara bagian Michigan telah melaporkan sebanyak 28 ribu warganya terinfeksi Covid-19 yang menyebabkan sedikitnya 1.900 kematian. (*)

Pos terkait