Wagub Kaltim: Jangan Takut Disuntik Vaksin Covid-19

Wagub Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi.

SEBANYAK sebelas tokoh masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) telah jalani vaksinasi virus corona atau COVID-19 jenis Sinovac di Kegubernuran Kaltim pada Kamis (14/1/2021). Masing-masing figur diimunisasi bergilir selama lima jam, dari pukul 09.00-14.00 WITA.

“Vaksinasi ini bertujuan untuk mengurangi penularan COVID-19, menurunkan angka kematian dan meningkatan imunitas (kekebalan) warga,” ujar Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim saat memberikan pidato sebelum memulai agenda vaksinasi.

Wajar demikian, sepanjang sembilan bulan lebih mewabah di Kaltim akumulasi positif virus corona terus saja melonjak. Kini jumlahnya mencapai 31.990 kasus pada 14 Januari 2021, padahal pada Agustus 2020 total akumulasi hanya 4.245 kasus.

Hanya dalam lima bulan terjadi pertambahan sebanyak 27.745 kasus. Lonjakan paling tajam terlihat pada Desember 2020. Selama 31 hari ada 7.455 kasus tercatat, padahal sebulan sebelumnya. November, hanya 5.529 kasus saja.

Tak hanya itu, rerata kasus per hari pada akhir tahun tersebut juga tajam, yakni 240,48. Bahkan, angka prevalesni Kaltim tertinggi kedua di Indonesia dengan 833 kasus setelah Jakarta di urutan pertama, 2.017 kasus per 100 ribu orang.

Di bawahnya ada Kaltara mengikuti dengan 686 kasus, Papua Barat 639 dan Bali 459. Ironisnya pada 7-8 Januari 2021 lalu rekor kasus harian provinsi ini pecah rekor. Dari 479 menjadi 512 kasus terkonfirmasi positif dalam sehari. Itu artinya, vakinasi begitu dibutuhkan demi memutus rantai penyebaran pandemik COVID-19.

“Memang ada keterbatasan vaksin, sesuai kebijakan rekan-rekan kesehatan (titah dari Kemenkes). Hanya dua daerah yang mendapatkan vaksin tahap pertama, Samarinda dan Kutai Kartanegara. Insyaallah bulan depan (Februari) vaksin kembali diberikan,” terangnya.

Sayangnya, sesuai tahapan yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemik COVID-19, warga Kaltim secara umum baru bisa menerima imunisasi Maret 2022. Atau harus menunggu setahun lagi bila tak ada perubahan.

Detailnya begini, distribusi vaksinasi tahap pertama Januari-Februari 2021 dengan sasaran tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran.

Selanjutnya tahap kedua dilaksanakan pada Maret-April 2021. Sasarannya petugas pelayanan publik yaitu TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, PLN, dan PDAM, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ada juga kelompok usia lanjut lebih dari 60 tahun. Sementara, tahap tiga dan keempat dimulai pada April 2021-Maret 2022. Penerima vaksinnya adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, ekonomi serta pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

“Makanya kami meminta agar Kaltim diprioritaskan untuk vaksin, karena provinsi ini urutan keenam (dari 10 besar provinsi dengan kasus terbanyak) secara jumlah (kasus akumulasi di Indonesia). Dan ini perlu jadi perhatian serius,” tegas politisi Partai Gelora Kaltim tersebut.

Hadi juga menyerukan vaksin yang diberikan ini sudah lolos tahap uji klinis. Dengan kata lain aman untuk diberikan kepada warga. Tak hanya itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah meggaransi vaksin halal dana aman.

Dirinya juga menyayangkan jika ada warga yang tidak setuju dan menolak vaksinasi. Bahkan menyebarkan ketidaksetujuannya tersebut. Pasalnya vaksin ini bukan urusan pribadi, tapi komunal yang bertujuan menyelamatkan orang banyak.

“Karena itu kami imbau masyarakat tak takut divaksin,” ajaknya.

 

 

 

[dn]

More Stories
Hanya Mahulu Zona Oranye, 9 Kab/Kota di Kaltim Merah