Usia Produktif Dominasi Kasus Covid-19 di Kaltim

Andi M Ishak, Plt Kadinkes Kaltim saat melakukan konferensi pers secara virtual.

USIA produktif antara 18 sampai 65 tahun menjadi kasus positif Covid-19 terbanyak di Kalimantan Timur hingga saat ini, Senin (27/4). Ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak.

“Iya, rata-rata usia produktif ini yang paling aktif berkegiatan di luar daerah,” ujarnya, Senin petang.

Jika dirincikan, khusus perempuan, rerata usia produktif itu berada di angka 18-65 tahun, jumlahnya 24 orang. Sementara usia 65 tahun ke atas 1 pasien pun demikian umur 5-17 tahun juga 1 orang.

Sementara untuk laki-laki, usia produktif sebanyak 73 orang, umur 5-17 ada 6 pasien dan usia 65 tahun ke atas 2 orang. Itu artinya, 75 persen kasus positif virus corona di Kaltim berasal dari kalangan pria, sisanya dari perempuan.

“Paling banyak memang para pekerja,” tegas pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim.

Dia pun meminta.agar warga yang masih bepergian keluar daerah demi pekerjaan, bila boleh ditunda dahulu sebab potensi tertular virus corona selalu ada. Terutama ke Jakarta, Jawa Barat dan Jatim. Saat ini ketiganya terbanyak virus corona.

Bukan tanpa alasan Andi meminta demikian, lantaran dari enam klaster yang jadi penelusuran tim gugus tugas yakni klaster antiriba, sinode, KPU, Tasikmalaya dan Jepang semuanya berasal dari luar daerah hingga luar negeri. “Lebih baik di rumah saja,” ajaknya.

Dia menambahkan, penambahan kasus positif memang tak bisa dihindari karena saat ini saja ada 184 pasien menunggu hasil tes swab. Namun begitu, eskalasi pasien sembuh dari virus corona juga ada.

Kini jumlahnya ada 12 orang. Sebagian besar berasal dari klaster antiriba, sinode dan KPU. Ada pula dari pasien yang punya riwayat bepergian ke luar daerah. Dan Senin ini, pasien yang pulih itu berasal dari klaster Gowa di Penajam Paser Utara atau PPU.

BACA JUGA : Update Covid-19 Kaltim: 1 Sembuh dan 2 Positif, Semua dari Klaster Gowa

“Ya, ini kabar baik. Untuk saat ini dia merupakan yang pertama sembuh dari klaster Gowa. Kita berharap pasien yang lain juga begitu,” pungkasnya. (*)

More Stories
Waspada, Ini Bahaya Memakai Masker saat Olahraga