UPDATE: ODP Bertambah 4 Orang, Wali Kota Bontang Minta Jangan Mudik Dulu

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bekerja lewat video berkoordinasi dengan kepala OPD dalam penanganan Covid-19 di Rujab Wali Kota Bontang, belum lama ini. (Dok/Facebook Irwan Janur)

MESKI Kota Bontang nihil pasien positif Covid-19, status Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 4 orang. Berdasarkan perkembangan status Covid-19 Kota Bontang, Senin (6/4) pukul 14.00 wita, jumlah ODP jadi 57 orang. Sebanyak 31 orang isolasi mandiri dan selesai pemantauan ada 26 orang.

Sementara untuk status orang monitoring bertambah 132 orang. Jumlah orang yang melapor ke PSC Call Centre (datang, telpon, WA, maupun mengisi google form) sebanyak 4.586, sampai saat ini 1.762 orang diantaranya selesai monitoring.

“Untuk status Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 3 orang. OTG ini mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirm positif. Namun tidak ada gejala,” jelas Jubir Gugus Percepatan Covid-19 Bontang, Adi Permana lewat siaran persnya, Senin (6/4).

BACA JUGA: Bila Wabah Covid-19 sampai Ramadan, Ini Panduan Kemenag

Sementara, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengingatkan warga Bontang untuk terus waspada penyebaran Covid-19. Meski sudah nihil Corona, Neni mengimbau warga yang terpaksa keluar rumah menggunakan masker. Ini mengingat mulai munculnya OTG dan terus bertambahnya ODP di Kota Bontang.

“Jika terpaksa keluar rumah, jangan lupa pakai masker, pakai masker kain saja yang bisa dicuci kembali,” imbau Neni.

Imbauan pemakain masker ini, lanjut Neni juga sesuai adanya rekomendasi WHO dan himbauan pemerintah per 6 April 2020 tentang kewajiban menggunakan masker untuk semua orang pada saat keluar rumah.

Selain itu, Neni juga masih menekankan social/ physical distancing dengan belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Sebab pandemi belum berakhir. Tidak mudik lebaran adalah salah satu cara menghindarkan orang-orang tercinta dari penularan COVID-19.

Ada juga maklumat Polri berisi imbauan agar masyarakat menerapkan physical distancing secara disiplin. Bahkan aparat Polri diperintahkan untuk melakukan penindakan jika ada masyarakat yang mengabaikan imbauan jaga jarak.

BACA JUGA: Bontang Ramai Lagi, Kapolres: Kalau Ngeyel Kita Bubar Paksa

Dia pun mengimbau warga Bontang untuk menjaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah pertahanan utama agar virus tidak masuk dalam tubuh. “Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan sayur dan buah setiap hari, olahraga terukur, berjemur, istirahat cukup, berfikir positif, dan berdoa” pesan Neni. (id)

More Stories
Proyek Sirkuit Kutai Timur Seret Kepala Dinas jadi Tersangka