Update Covid-19 Kaltim: 10 Orang Positif, 7 dari Klaster Gowa

  • Whatsapp
Ilustrasi.

PASIEN positif di Kalimantan Timur ( Kaltim ) bertambah 10 orang. Tujuh orang merupakan klaster Gowa berasal dari Penajam Paser Utara (PPU). Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Andi M Ishak, melalui video conference pers pada Sabtu (18/4) sore.

Kata Andi, penambahan 10 kasus tersebut, 1 kasus di Balikpapan, 2 kasus di Paser, dan 7 kasus di PPU. Sehingga total pasien yang terkonfirmasi positif di Kaltim ada 54 kasus.

Adapun 1 Kasus di Balikpapan, BPN 21 laki laki 34 tahun, merupakan kasus yang dilaporkan dan dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo. Keluhannya demam, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak nafas, serta memiliki gambaran pneumonia bilateral.

Lalu, 2 Kasus Paser, 1 Kasus dengan inisial PSR 1, laki-laki 41 tahun, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dengan keluhan batuk dan dirawat di RSUD Panglima Sebaya.

Satu Kasus lagi dengan inisial PSR 2 laki-laki 23 tahun, merupakan pelaku perjalanan dari Samarinda dan Balikpapan dengan keluhan Demam, batuk, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas. kasus dilaporkan dan dirawat di RSUD Panglima Sebaya.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Ledakan Positif Covid-19 dari Klaster Gowa

Terakhir 7 kasus dari Penajam Paser Utara, dengan inisial PPU 5 laki-laki 45 tahun, PPU 6 laki-laki 45 tahun, PPU 7 laki-laki 14 tahun, PPU 8 laki-laki 47 tahun, PPU 9 (laki-laki 32 tahun, PPU 10 laki-laki 20 tahun, PPU 11 laki-laki 43 tahun.

Tujuh kasus yang disebutkan merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dengan masing-masing memiliki keluhan demam, batuk, dan pilek. Kasus di rawat di RSUD Aji Putri Bontung Penajam Paser Utara. 

Sementara dari rilis yang disampaikan oleh Andi, juga terdapat pergerakan data orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan hasil uji lab negatif.

Untuk kasus negatif terjadi penambahan 6 kasus hari ini, berikut detail dari penambahan:

a) Kabupaten Penajam Paser Utara 3 Kasus

  •  Tiga kasus merupakan pelaku perjalanan dari Gowa, dirawat di RSUD Aji Putri Botung sejak 4 April 2020.

b) Kabupaten Paser 3 Kasus

  •  Satu kasus merupakan pelaku perjalanan dari Gowa, dirawat di RSUD Panglima Sebaya sejak tanggal 3 April 2020.
  •  Dua kasus merupakan pelaku perjalanan dari Balikpapan, dirawat di RSUD Panglima Sebaya sejak tanggal 3 April dan 6 April 2020.

Untuk PDP terjadi penambahan sebanyak 23 kasus. Berikut kronologi penambahan kasus tersebut:

a) Kabupaten Berau 1 Kasus

  •  Satu orang laki-laki 31 tahun, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa yang dilaporkan dan dirawat di RSUD Abdul Rivai Berau.

b) Kabupaten Penajam Paser Utara 6 Kasus

  •  Enam kasus merupakan pelaku perjalanan dari Gowa. Pasien dilaporkan dan dirawat di RSUD Aji Putri Botung.

c) Kota Balikpapan 12 Kasus

  •  Tujuh kasus merupakan PDP yang memiliki riwayat perjalanan ke Sukabumi dan mengikuti kegiatan yang sama dengan BPN 17. Pasien dilaporkan dan dirawat di RS Bhayangkara.
  • Dua kasus, wanita 26 tahun dan laki-laki 27 tahun, merupakan pelaku perjalanan ke Jakarta dilaporkan dan dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  • Dua kasus laki-laki 22 tahun dan 50 tahun, merupakan pasien yang dilaporkan dan dirawat dari RSUD Kanudjoso Djatiwibowo dengan masing-masing memiliki keluhan demam, batuk, dan sesak napas, serta memiliki gambaran pneumonia.
  • Satu kasus, wanita 70 tahun, merupakan kontak erat dari BPN 20 dilaporkan dan dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

d) Kota Samarinda 4 Kasus

  • Dua kasus, laki-laki 33 tahun dan 48 tahun, merupakan pelaku perjalanan dari Makassar dengan keluhan demam, batuk, pilek dan sesak napas, serta memiliki hasil rapid test reaktif. Pasien dirawat di RSUD AW Syahranie.
  • Satu kasus, wanita 25 tahun, merupakan pelaku perjalanan dari Makassar dan Banjarmasin, tidak memiliki keluhan, serta memiliki hasil rapid test reaktif. Pasien dirawat di RSUD AW Syahranie.
  • Satu kasus, wanita 28 tahun, merupakan pelaku perjalanan dari Sangatta dengan keluhan demam, batuk, pilek, dan sesak napas, memiliki gambaran pneumonia bilateral, serta dari hasil rapid test reaktif. Pasien dirawat di RSUD IA Moeis Samarinda. (*)

Pos terkait