Update Covid-19 di Bontang 28 Mei: OTG Bertambah 7 Orang, 1 ODP Jalani Perawatan

  • Whatsapp

TIM Gugus Covid-19 Kota Bontang memperbaharui data perkembangan dan pencegahan virus Corona tiap hari. Per hari ini, Kamis (28/5) terjadi penambahan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 7 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr Bahauddin, ketujuh OTG ini merupakan hasil pemeriksaan warga Bontang dengan rapid test yang hasilnya reaktif. Saat ini semuanya isolasi mandiri dan telah dilakukan pemeriksaan swab.

Bacaan Lainnya

Lalu, untuk penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2 orang. Sementara 1 ODP dari pemeriksaan di fasilitas kesehatan dengan hasil rapid test reaktif. Tidak ada riwayat perjalanan maupun kontak kasus positif.

“1 ODP lagi adalah OTG yang meningkat statusnya, terkait dengan BTG-12,” tambah Bahauddin lewat siaran persnya, Kamis (28/5).

Status monitoring pun Bahauddin bilang ada penambahan. Yakni, 38 orang. Jumlah orang dalam status monitoring sampai dengan 28 Mei 2020 adalah 1.162 orang, tersebar di seluruh wilayah Bontang.

Lanjut Bahauddin, Bontang disepakati akan menerapkan New Normal. Hal terpenting adalah kedisiplinan terhadap protokol kesehatan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. Baik masyarakat maupun pemilik sarana/penyedia layanan, tentunya dengan pengawasan dari aparatur sipil dan masyarakat.

Bahauddin kembali menegaskan jika pandemi COVID-19 belum berakhir. Tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Semua orang yang baru datang dari luar Bontang melapor ke PSC Call Center melalui Telpon, WA, SMS (tidak usah datang) ke nomor 08115407119 atau mengisi google form https://bit.ly/covidbontang untuk mendapatkan protokol kesehatan serta pemantauan petugas jika diperlukan.

“Pandemi COVID-19 belum berakhir, perlu waktu dan proses panjang hingga kita bisa menyatakan bebas dari COVID-19,” jelas Bahauddin.

Dia juga menegaskan bahwa situasi sekarang ini masih belum normal. Dunia masih dihadapkan pada persoalan yang cukup berat. Seluruh dunia pun telah setuju dan mengakui bahwa situasi ini tidak akan sama seperti dulu kala. Oleh karenanya diperlukan cara pandang baru ini sebagai bagian dari adaptasi pasca COVID-19.

Harus ada perilaku baru dalam melawan COVID-19. Masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik, pakai masker dan menghindari kerumunan, serta mulai produktif kembali namun tetap aman dari COVID-19. (*)

Pos terkait