UPDATE: 30 Nakes Positif Hasil Rapid Tes, 24 Diantaranya dari RSIB Yabis

Petugas membawa jenazah bocah berusia 8 tahun berstatus PDP dengan tes cepat hasilnya positif.

SEBANYAK 112 tenaga kesehatan di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menjalani rapid test alias tes cepat. Hasilnya, 30 di antaranya terkonfirmasi positif Corona (COVID-19) dari hasil rapid test. Jumlah ini bertambah sebelumnya hanya 21 nakes positif per Pukul 14.00 Wita.

“Angka 21 orang itu didapat per pukul 14.00 Wita saat rilis dibuat. Namun, dalam perkembangannya per sore berjumlah 30 orang nakes,” jelas Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni kala dihubungi Pranala.co, Sabtu (25/4).

Jumlah 24 dari 30 tenaga kesehatan di Bontang itu merupakan pegawai Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB). Mereka juga menjalani isolasi mandiri. RS tersebut adalah RS yang sempat merawat bocah 8 tahun yang meninggal.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pun menekankan, rapid test tersebut tidak ada hubungannya dengan pasien berstatus PDP yang berusia delapan tahun. Pasien anak tersebut sebelumnya memang dinyatakan positif COVID-19 dari hasil rapid test namun kemudian meninggal dunia.

“Kebetulan saja, pas pasien itu dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang, pesanan alat rapid test kami datang, jadi langsung kita lakukan tes ke seluruh tenaga kesehatan yang punya kontak dengan pasien positif,” jelasnya kepada Pranala.co, Sabtu (25/4) malam.

Lanjut Neni, kini 30 tenaga medis tersebut sudah menjalani isolasi. Rapid test dilakukan untuk mendeteksi dini kemungkinan penularan COVID-19. Semuanya menjalani isolasi, baik secara mandiri maupun yang diorganisir rumah sakit dan dinas kesehatan.

Dilanjutkan dia, sebagian besar tenaga kesehatan itu, menjalani karantina di Hotel Grand Mustika. Sisanya isolasi mandiri di rumah.

“Ada yang karantina di Hotel Grand Mustika, sementara keluarga petugas kesehatan itu juga menjalani isolasi mandiri di rumah,” imbuhnya.

RSIB Yabis dan RSUD Bontang Tutup Sebagian Pelayanan

BEREDAR di media bahwa di Kota Bontang ada 2 RS yang tutup sebagai akibat kasus kematian PDP11. Hal tersebut tidak tepat. Yang terjadi saat ini adalah, RSIB Yabis sebagai tempat perawatan pasien melakukan tindakan antisipasi

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr Bahaudin saat vidcon dengan awak media menerangkan bahwa saat ini RSIB Yabis sebagai tempat perawatan pasienmelakukan tindakan antisipasi.

Antara lain, membuat kebijakan dengan melakukan penutupan Instalasi Gawat Darurat, Rawat Inap, Poli Spesialis Anak, Poli spesialis radiologi, IGD Kebidanan, Poli Kandungan serta Rawat Inap terhitung mulai hari Kamis tanggal 23 April-7 Mei 2020.

Bukan itu saja, desinfeksi ke seluruh wilayah sarana dan prasarana Rumah Sakit sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) untuk mencegah penularan COVID-19. Isolasi mandiri terhadap 24 (dua puluh empat) pegawai RSIB Yabis yang diduga kontak dengan pasien status PDP yang telah meninggal dunia.

“Jadi beberapa informasi dalam bentuk notifikasi whatsapp yang beredar bukan bersumber dari RSIB Yabis,” tegas dia.

Sementara untuk RSUD Taman Husada Bontang sebagai Pusat Rujukan COVID-19 (sesuai SK Menkes) menerapkan pembatasan pelayanan poliklinik dan menutup rawat jalan sebagai upaya pencegahan penyebaran.

BACA JUGA : 21 Tenaga Medis Bontang Dites Cepat, Hasilnya Positif

Dalam rangka deteksi dini dan dan kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19, dilakukan rapid tes secara bertahap terhadap petugas pelayanan kesehatan. Saat ini ada 21 petugas dengan hasil rapid tes positif dikarantina di Hotel Grand Mustika, keluarga petugas melakukan isolasi
mandiri di rumah. (*)

More Stories
Empat Hotel di Samarinda Tunggak Pajak, Nilainya sampai Rp 1,7 Miliar