Ujian Semester SD dan SMP di Bontang Maju 4 Mei

Kabid Pendidikan dasar Disdikbub Bontang

PERPANJANGAN belajar di rumah bagi pelajar Kota Bontang terpaksa dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang juga sepakat memajukan jadwal ujian semester menjadi 4 hingga 9 Mei 2020 dari sebelumnya 15 hingga 20 Juni 2020.

Kesepakatan ini diambil dari hasil pertemuan perwakilan kepala sekolah Sekolah Dasar (SD) dan Kepala sekolah Menengah Pertama (SMP) yang difasilitasi Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Bontang belum lama ini.

Menurut Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Saparudin, bentuk soal ujian semester nantinya mengacu pada surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan nomor :420/720/Dikbud tanggal 26 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19);

Yakni, Ujian Sekolah dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan. Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio, nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya , penugasan, tes daring, dan / atau bentuk asesmen jarak jauh lainya.

“Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh,” lanjut Safaruddin.

Lebih jauh, Saparudin mengungkapkan jika sampai saat ini pihaknya memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menentukan opsi terbaik bagi siswa dalam menjalani proses penilaian pengganti ujian semester disekolah.

“Sistem soal ujian daring, portofolio atau penugasan ke siswa diserahkan kepada sekolah,” tegas Saparudin.

Alasan lain dimajukannya ujian semester ini, lanjut dia karena faktor masuknya Ramadhan. Ini disinyalir bisa menambah kesibukan orangtua siswa. Sehingga menjadi semakin sulit untuk mengajari atau mendampingi anaknya belajar secara mandiri di rumah.

BACA JUGA: Diperpanjang Lagi, Pelajar Bontang Belajar di Rumah sampai Batas Waktu Tak Ditentukan

Selain itu pendapatan keluarga di tengah Covid-19 saat ini memaksa keluarga untuk berpikir keras menekan pengeluaran yang berbanding terbalik dengan pendapatan. Pengeluaran saat Ramadhan bisa jadi bertambah. Aapalgi jika harus membebani dengan paket data atau pulsa, terutama yang terdampak langsung Covid-19. (*)

More Stories
Tahun Ini, Seleksi Paskibra Kaltim Ditiadakan