BONTANG, Pranala.co — Tradisi berbagi uang baru saat Hari Raya Idulfitri kembali menggeliat di Kota Bontang. Sejak awal Ramadan, masyarakat berbondong-bondong menukarkan uang pecahan kecil di perbankan. Namun kini, layanan tersebut resmi berakhir setelah stok uang yang tersedia habis tersalurkan.
Salah satu bank yang melayani penukaran uang baru adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bontang. Sepanjang periode layanan, bank ini mencatat penyaluran uang baru mencapai Rp2,6 miliar kepada masyarakat.
Kepala Cabang BRI Bontang, Ermana S Irawan, mengungkapkan layanan penukaran dibuka sejak 26 Februari hingga 13 Maret 2026. Dalam kurun waktu tersebut, minat masyarakat terbilang tinggi, terutama untuk pecahan kecil yang umum dibagikan saat Lebaran.
“Paling banyak diminati itu pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, dan Rp10 ribu. Untuk Rp20 ribu juga ada, tetapi tidak sebanyak tiga pecahan tadi,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ermana menjelaskan, seluruh stok uang baru yang disuplai oleh Bank Indonesia telah habis didistribusikan. Kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang layak edar menjelang Hari Raya.
Sebelum Ramadan, pihak BRI Bontang telah mengajukan kebutuhan uang baru melalui kantor cabang koordinator di Samarinda. Namun, realisasi distribusi tetap bergantung pada kuota yang ditetapkan.
“Kebutuhan setiap tahun memang besar, tetapi penyalurannya harus mengikuti kuota. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bank Indonesia,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan stok, BRI tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga memberikan edukasi kepada nasabah. Masyarakat diimbau menukarkan uang sesuai kebutuhan agar pembagian dapat lebih merata.
Langkah ini dinilai penting mengingat lonjakan permintaan yang kerap terjadi dalam waktu singkat menjelang Lebaran.
“Edukasi ini agar semua masyarakat punya kesempatan yang sama. Karena bank lain juga menghadapi kondisi serupa,” tambah Ermana.
Meski layanan resmi telah ditutup sejak 13 Maret, sejumlah warga masih mendatangi bank untuk menukarkan uang. Setelah mendapatkan penjelasan, sebagian besar memahami keterbatasan yang ada.
Pihak BRI pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum sempat terlayani secara maksimal.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat Bontang yang belum terlayani,” ucap dia. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















