Tugas Berat Menanti BPBD Bontang, tapi Minim Perlengkapan

  • Whatsapp
Kepala BPBD Ahmad Yani saat ditemui di ruang kerjanya.

BONTANG – Beban tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) cukup berat. Namun, sayangnya tidak dibarengi dukungan sarana dan prasarana memadai untuk menunjang kinerjanya.

Kondisi tersebut dialami BPBD Kota Bontang, Kalimantan Timur. Sebab, sarana dan prasana yang dimiliki organisasi tanggap bencana itu masih minim. Khususnya untuk melakukan penyelamatan kecelakaan (Laka) laut.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani saat disambangi di ruang kerjanya, Jalan Ir. H. Juanda No. 36, Kelurahan Tanjung Laut, Kota Bontang, Kamis, 8 April 2021.

Saat ini perangkat daerah yang memiliki warna khas orange, biru itu hanya punya kapal speed sebanyak 3 buah. Armada tersebut pun tidak bisa dipaksakan beroperasi, karena kondisinya tidak memungkinkan. Sementara, untuk mencari orang hilang di laut bisa mencapai 17 mil. Sedangkan speed yang ada sekarang hanya bisa sampai 2 mil.

“Jumlah speed kita ada 3, untuk penjelajah muat 4 orang. Kalau dari BNPB muat 6. Dan paling besar muat 20, tapi kalau pandemi seperti ini tidak bisa,” sebutnya.

Dari itulah pihaknya membutuhkan kapal speed jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) dan Alat Pelindung Diri (APD) berupa pelampung, teropong, dan pakaian sekali pakai.

“Minimal 1 buah kapal. Dan untuk APD ketika selesai mengevakuasi laka laut, pakaian itu langsung dibuang,” tambahnya.

Meski penunjang yang diberikan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah saat ini sudah memenuhi standar. Namun, Yani bilang kulitasnya belum maksimal.

Pun dirinya sudah mengajukan peralatan tersebut selama 2 tahun terakhir ini. Namun belum terealisasi, lantaran dampak pandemi. Anggaran di-refoucusing. Sehingga Yani berharap agar ke depan pemenuhan prasana bisa segera terwujud.

“Selain minta bantuan ke Pemerintah Bontang, kita juga mengajukan ke BNPB termasuk ke provinsi. Tapi kita maklumi kalau belum ada, karena kondisi Covid-19 ini,” ucapnya.

Perlu diketahui, Kapal patroli jenis RIB (Rigid Inflatable Boat) ini adalah kombinasi antara speedboat rigid yang terbuat dari FRP (fiber-kaca diperkuat poliester) dan tabung terbuat dari hypalon. Menjaga stabilitas saat bermanuver sekaligus sebagai instumen  mengambang. Kapal ini terinstall di FRP kaku, dapat overhauled, dan berubah.

Khusus kualitas RIB ini, meskipun gelombang laut, masih aman, nyaman, dan stabil dalam kecepatan tinggi. Speedboat ini sangat cocok untuk patroli di laut maupun di sungai. [ADS]

Pos terkait