Tiongkok Dominasi Ekspor Kaltim

Kapal tongkang pengangkut batu bara. (Antara)

TIONGKOK menjadi negara tujuan ekspor Provinsi Kalimantan Timur di caturwulan I 2020. Ini berdasar data Dinas Perdagangan Balikpapan, pengiriman ke Negeri Tirai Bambu umumnya sektor nonmigas.

Sekretaris Dinas Perdagangan Balikpapan, Philipus Rimpa mengatakan bahwa ada 24 negara tujuan ekspor yang tercatat melalui surat keterangan (certificate of origin) yang dikeluarkan wilayahnya. Besaran ekspor non migas sebesar US$1,05 miliar

Dari total tersebut, Kalimantan Timur (Kaltim) ekspor non migas ke Tiongkok mencapai US$298 juta. Terbanyak kedua India dengan nilai US$264 juta. Selanjutnya Filipina US$123 juta.

“Peranan ketiga negara tersebut dalam sektor non migas untuk ekspor Kaltim sangat besar. Di tengah pandemi ekspor tetap jalan sesuai dengan kontrak yang berjalan,” katanya saat ditemui belum lama ini.

Philipus menjelaskan bahwa tren ekspor dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan meski tidak signifikan. Di triwulan II yang akan berakhir, rerata pengiriman tumbuh hingga 10 persen.

Di Balikpapan, mayoritas ekspor adalah minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan tripleks (plywood). Produk lainnya adalah batu bara, ikan segar, dan kepingan kayu akasia woodchip.

Di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona, kegiatan ekspor di Kaltim umumnya masih berjalan normal. Ini karena perjanjian sudah dilakukan sebelum wabah menyebar.

“Hanya saja di lapangan mereka harus melakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 baik orang dan barang,” jelas Philipus kepada pewarta bisnis.com.

April, Nilai Ekspor Kaltim Turun 13,88 Persen

NILAI ekspor berbagai komoditas migas dan nonmigas dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke sejumlah negara tujuan pada April 2020 tercatat 1,13 miliar dolar AS, terjadi penurunan cukup dalam hingga minus 13,88 persen ketimbang bulan sebelumnya.

“Nilai ekspor pada April sebesar itu diperoleh dari migas 135,44 juta dolar, naik 4,09 persen ketimbang Maret. Sementara ekspor nonmigas sebesar 990,63 juta atau turun 15,87 persen ketimbang Maret,” ujar Kepala BPS Provinsi Kaltim Anggoro Dwitjahyono di Samarinda, Jumat (5/6/2020).

Penurunan ekspor pada April disebabkan oleh turunnya nilai ekspor barang nonmigas, khususnya komoditas hasil tambang. Tertahannya penurunan ekspor lebih dalam keseluruhan karena naiknya ekspor barang migas sebesar 4,09 persen.

Persentase penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan barang residu dan sisa dari industri makanan, serta olahan makanan hewan sebesar 79 persen.

Sedangkan persentase kenaikan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan barang mesin dan peralatan mekanis hingga mencapai 4.361,58 persen.

“Penurunan nilai ekspor April 2020 sangat dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor golongan barang bahan bakar mineral nonmigas, yakni yang mengalami penurunan sebesar 19,91 persen,” katanya.

Persentase penurunan terbesar ekspor nonmigas pada April jika dibandingkan dengan Maret terjadi ke India sebesar 44,25 persen, dari 239,61 juta dolar menjadi 133,57 juta dolar AS.

“Sedangkan persentase kenaikan terbesar terjadi ke Negara Pakistan yang sebesar 1.785,70 persen, yaitu dari 2,31 juta dolar menjadi 43,56 juta dolar AS,” kata Anggoro. (*)

More Stories
Bikin Bising, Puluhan Motor Berknalpot Racing Dirazia