Tiga Unit PCR di Kaltim Belum Bisa Uji Test Swab, Ini Sebabnya

RSUD AWS Samarinda. (dok/humasprov kaltim).

ALAT uji test swab Polymerase Chain Reaction (PCR) sudah berada di Kalimantan Timur sepekan ini. Yakni, di Samarinda dan Balikpapan. Namun, belum jua bisa dipakai karena terkendala stok reagen. Bahan yang menjadi salah satu kelengkapan utama dalam melakukan uji pada sampel pasien yang terindikasi terinfeksi Covid-19.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim Andi M Ishak bilang saat ini RS Pertamina Balikpapan sudah menerima stok reagen dari pemerintah pusat. Jumlahnya mencapai 4.800 sampel. “Stoknya cukuplah untuk di Balikpapan,” katanya.

Serupa di Samarinda. RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda juga sudah kedatangan reagen sebanyak 1.440 tes. Reagen ini hasil orderan pihak RS setempat. Belum lagi UPTD Balai Laboratorium Kesehatan milik Pemprov Kaltim diketahui juga memperoleh reagen dari pemerintah pusat untuk 4.800 tes.

Jika ditotal, Kaltim saat ini telah memiliki stok reagen untuk melakukan sebanyak 11.040 test. Artinya setelah semua terinstal, terkalibrasi, serta telah menerima assesment dari pusat, maka sudah bisa melakukan pemeriksaan.

“Memang ada perlu semacam latihan atau tes, sambil kita menunggu beberapa sampel yang akan disuplai dari Dinas Kota Samarinda,” jelasnya.

Demi mengukur keakuratan dari uji sampel yang nantinya akan dilakukan, sampel yang sama juga akan dikirim ke Balitbangkes Kemenkes. Jika hasil uji lab yang ditunjukan sama dengan hasil dari Balitbangkes maka bisa diakui sebagai lab rujukan pemeriksaan Covid-19.

https://www.instagram.com/p/CASyKxYBlng/?igshid=1ai44soejmmsc

Lanjut Andi, dengan tersedianya 3 tempat untuk melakukan uji PCR, sudah sangat mencukupi untuk melakukan pemeriksaan dalam waktu yang lebih cepat daripada kita mengirim sampel ke BBLK Surabaya. Meskipun BBLK Surabaya masih terus menerima sampel karena menjadi tempat rujukan untuk Kaltim. (*)

More Stories
Andi Faiz Kecam Serangan Israel ke Palestina