Pranala.co, BONTANG – Komitmen menjauhi narkoba bukan sekadar janji di atas kertas. Hal itu dibuktikan 69 tenaga outsourcing Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang yang menjalani tes urine mendadak, Kamis (5/2/2026).
Tes urine tersebut dilakukan sesaat setelah penandatanganan fakta integritas bebas narkoba. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang turun langsung memeriksa para petugas tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara mendadak untuk memastikan hasil yang objektif dan apa adanya.
“Alat tes yang digunakan memeriksa tujuh parameter. Tes ini memang kami lakukan secara mendadak,” ujar Lulyana.
Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan bersih dari narkoba. Menurut Lulyana, capaian ini menunjukkan kesadaran dan keseriusan para petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan dalam menjaga profesionalisme.
“Dari 69 orang yang menjalani tes, semuanya negatif. Ini bukti bahwa mereka sungguh-sungguh ingin bebas dari narkoba,” katanya.
Ia menambahkan, tes urine tidak berhenti sampai di sini. Pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan dan pengawasan.
“Jadi kita sudah menyiapkan agenda rutin untuk melakukan tes narkoba mendadak bagi pegawai di Disdamkartan,” sebutnya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamatan memegang peran vital dalam situasi darurat. Oleh karena itu, kesehatan fisik dan kejernihan mental menjadi syarat mutlak.
“Bayangkan jika seorang petugas damkar tidak bisa mengendalikan dirinya karena pengaruh narkoba. Karena dalam pemadaman kebakaran atau operasi rescue, dibutuhkan ketajaman insting dan kecepatan reaksi,” ujar Neni.
Menurutnya, satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal, baik bagi petugas maupun masyarakat yang ditolong.
Neni juga menekankan bahwa penandatanganan fakta integritas bukan sekadar seremoni. Dokumen tersebut merupakan sumpah moral dan profesional yang harus dipertanggungjawabkan.
“Kalian adalah garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Fakta integritas ini adalah bukti komitmen atas nama kehormatan dan integritas,” tegasnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bontang tetap mengedepankan pendekatan pembinaan jika ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba. Namun, sanksi tegas akan diberlakukan bagi pelanggar yang mengulangi perbuatannya.
“Kalau ada yang bermasalah, kita bina dulu. Karena di rumah ada anak dan istri yang harus dinafkahi. Tapi kalau sudah diberi kesempatan dan tetap melanggar, langsung kita pecat,” tegas Neni.
Sementara itu, Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, menyebut tes urine mendadak ini sebagai bentuk nyata komitmen jajarannya dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan aman.
“Tes ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai bentuk keseriusan kami,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga kualitas layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan, tetapi juga menjadi contoh bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur pelayanan publik. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















