Tes Cepat 14 Orang Reaktif di Mahakam Hulu, Hasil Swabnya Negatif

Petugas Kesehatan melakukan pengukuran suhu badan di dermaga pelabuhan di Kampung Mamahak Teboq, Kecamatan Ujoh Bilang, Kamis (19/3/2020). (HUMAS KAB MAHULU)

KABUPATEN Mahakam Ulu (Mahulu) masih mempertahankan zona hijau alias belum ada kasus pasien terkonfirmasi positif sejak awal pandemi Corona. Pun dengan hasil tes cepat atau rapid test massal bertahap yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, sejak awal Juni, 14 orang dinyatakan reaktif, namun semuanya negatif COVID-19 setelah melalui uji swab.

“Hasil tes cepat sejak awal Juni lalu memang ada yang hasilnya reaktif, namun setelah dilakukan uji swab, ternyata hasilnya negatif virus corona, jadi kita harus bersyukur kepada Tuhan dengan adanya hasil ini,” ujar Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh di Ujoh Bilang, Senin, 15 Juni 2020.

Bonifasius yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ini melanjutkan, pada pekan pertama hingga pekan kedua Juni, Pemkab Mahulu menggelar tes cepat massal yang diikuti 1.069 orang, dengan hasil nonreaktif sebanyak 1.055 dan yang reaktif 14 orang.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Mahulu, Tim Gugus Tugas, Tim Gerak Cepat, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait dalam kebersamaan mempertahankan zona hijau.

“Kita bersyukur karena Kabupaten Mahulu mampu mempertahankan zona hijau COVID-19. Untuk itu, kita harus terus menjaga dan berdoa agar di kabupaten ini tidak ada warga yang tertular virus corona,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Agustinus Teguh Santoso, melalui Sekretaris Irenius Daleq Ding menjelaskan, mereka yang reaktif saat tes cepat dikarantina terpusat di Bumi Perkemahan dan di Rumah Sakit Gerbang Sehat Masyarakat (RS GSM).

Setelah itu, pihaknya langsung melakukan pengambilan sample swab untuk dikirim ke Labkesda Provinsi Kaltim. Ia bersyukur karena hasil uji swab terkonfirmasi 14 orang tersebut hasilnya negatif COVID-19. (Antara)

More Stories
Yuk Kenalan Pajak Reklame jadi Sumber PAD Bontang