Terlilit Utang, Dua Warga Bontang Terpaksa Buka Lapak Judi Dadu di Kutim

Dua tersangka Dana dan Ardi berdiri di belakang saat Kasatreskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf yang didampingi Kanit Jatanras AKP Wirawan Trisnadi melakukan press release, terkait penangkapan bandar judi Dadu di wilayah hukum Polres Kutim

JUDI dadu belum tuntas dibabat habis. Terbaru, Tim Macan Polres Kutai Timur menciduk dua bandar judi dadu asal Kota Bontang, Kalimantan Timur. Mereka ditangkap saat buka lapak judi Dadu di Jalan Samarinda-Bontang Km 17, Desa Danau Redan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Senin (17/8) sekira Pukul 17:30 Wita.

Dua pelaku itu adalah Misdunan alias Dana (55), warga Jalan Palembang, RT 16, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, dan seorang pemasang, Ardi Akib alias Ardi (54), warga Jalan Soeprapto, RT 14, Desa Api-Api, Kota Bontang. Keduanya selama ini dikenal sebagai bandar besar yang sudah malang melintang di dunia perjudian.

Kasatreskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf didampingi Kanit Jatanras AKP Wirawan Trisnadi mengungkapkan, penangkapan yang dilakukan berkaitan dengan maraknya laporan terhadap aksi perjudian di wilayah tersebut.

Mereka pun langsung mengecek informasi itu. Usai di lokasi, benar adanya aktivitas terlarang itu. Tanpa menunggu lama, langsung dilakukan penyergapan.

Ketika dilakukan penggrebekan, kedua pelaku gagal melarikan diri dan berhasil digelandang petugas. Sedangkan para pemain yang lain berhasil melarikan diri alias kabur. “Pelaku sudah kami tahan di Polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua pelaku ini dikenal sebagai bandar besar yang selama ini menjalankan aksinya,” jelas Rauf.

Dari hasil penggrebekan ini Polisi berhasil mengamankan keduanya serta selembar tikar lapak dadu, 10 biji dadu hitam dan putih, mangkok penggoncang dadu dan uang tunai sebanyak Rp5,66 juta. Dalam pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000 dan Rp10.000.

Dari pengakuan tersangka, alasan dibukanya lagi praktik judi itu dilakukan karena terhimpit ekonomi dan utang sebanyak Rp200 juta.

Tersangka Dana dijerat Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 KUHP Pasal 303, “Barang siapa tanpa mendapat izin dengan menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya untuk pencaharian”.

Sedangkan tersangka Ardi, dijerat Pasal 303. Bunyinya, varangsiapa ikut serta permainan judi yang diadakan di jalan umum atau pinggirnya maupun di tempat yang dapat dimasuki oleh khalayak umum, kecuali jika ada izin untuk mengadakan itu dari penguasa yang berwenang.

Ancaman paling lama 10 tahun dengan pidana denda paling banyak Rp25 Juta untuk Dana, dan paling lama 4 tahun dengan pidana denda sebanyak Rp10 Juta untuk Ardi.

 

 

(is/ril)

More Stories
Beasiswa Kaltim Mulai Dibuka 15 Mei