Pranala.co, BONTANG — Upaya pemenuhan gizi sekaligus penciptaan lapangan kerja terus bergerak di Kota Bontang. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 05, Sabtu (24/1/2026), di Jalan Awang Long, Gang Teratai, Kelurahan Bontang Baru.
SPPG tersebut dikelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya dan menjadi bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—inisiatif nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Wali Kota Neni menyampaikan apresiasi atas kehadiran dapur gizi tersebut. Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan anak, tetapi juga membawa efek ekonomi yang signifikan bagi daerah.
“Satu dapur SPPG saja bisa menyerap sekitar 47 tenaga kerja lokal. Kalau target 28 dapur di Bontang terwujud, bayangkan berapa banyak lapangan kerja baru yang tercipta. Ini sejalan dengan visi kita menuju zero pengangguran,” ujar Neni.
Selain membuka peluang kerja, Neni menekankan manfaat langsung program tersebut terhadap penurunan angka stunting. Ia menyebut prevalensi stunting di Bontang telah menunjukkan tren penurunan, dari sekitar 20 persen menjadi 15,6 persen.
Dengan intervensi gizi berprotein tinggi—seperti telur yang menjadi salah satu menu utama MBG—Pemerintah Kota Bontang menargetkan capaian yang lebih ambisius.
“Kita ingin Bontang menuju zero stunting. Karena itu saya berpesan, bekerjalah dengan teliti dan ikhlas. Gizi anak-anak, generasi masa depan Bontang, ada di tangan Bapak dan Ibu semua,” pesannya kepada para pekerja dan relawan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, melaporkan bahwa SPPG Bontang Utara 05 merupakan dapur ke-14 yang telah beroperasi di kota tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 17 dapur telah mengantongi surat keputusan dari pusat, dengan target akhir 28 dapur.
Surya menegaskan komitmen BGN untuk memastikan pemerataan akses gizi, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah sulit dijangkau.
“Kami tidak hanya fokus di wilayah darat. Lima titik SPPG akan ditempatkan di daerah pesisir seperti Selangan, Tihi-tihi, Malahing, Lok Tunggul, dan Gusung. Akses gizi harus merata hingga ke ujung Bontang,” jelasnya.
Secara akumulatif, pelaksanaan program MBG di Kalimantan Timur telah menjangkau 286.606 penerima manfaat, atau sekitar 22 persen dari total target 1,1 juta penerima. BGN terus melakukan sinkronisasi data bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan program tepat sasaran, khususnya bagi keluarga berisiko stunting, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
Peresmian SPPG Bontang Utara 05 ditandai dengan pemotongan tumpeng dan peninjauan langsung fasilitas dapur. Acara tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda, perwakilan Kejaksaan Negeri, TNI/Polri, serta tokoh masyarakat setempat. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















