Pranala.co, BONTANG – Suasana makan siang di SD Negeri 003 dan SD Negeri 010 Bontang Selatan, Jumat (13/2/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Di sela antrean siswa yang menerima makanan, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, tampak memantau langsung jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar aman, layak konsumsi, dan memenuhi standar gizi.
Agus Haris tidak hanya meninjau proses pembagian makanan. Ia juga memperhatikan tahapan distribusi sejak pengiriman hingga makanan tersaji di hadapan siswa.
Menurutnya, ketepatan waktu dan kualitas menjadi dua hal mendasar dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami harus memastikan makanan sampai tepat waktu dan layak untuk dimakan. Tidak ada yang terkesan basi, apalagi sampai ada ulat. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya usai sidak.
Ia menilai, rantai distribusi yang panjang berpotensi menurunkan mutu makanan jika tidak diawasi secara ketat. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Haris memberi perhatian khusus pada kualitas bahan baku. Ia menegaskan bahwa standar gizi yang disusun oleh ahli gizi tidak akan optimal apabila bahan makanan yang digunakan tidak dalam kondisi segar.
Ia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kepala dapur, dan tenaga ahli gizi disiplin dalam pengadaan serta pengolahan bahan makanan.
Sayuran, tempe, tahu, ayam, dan lauk lainnya harus dipastikan dalam kondisi baru saat diolah.
“Tidak boleh disimpan sampai tiga hari. Paling lama dua hari. Kalau beli hari ini, langsung diproses. Besok terakhir harus sudah habis. Penyimpanan harus kosong, lalu belanja lagi untuk kebutuhan berikutnya,” jelasnya.
Menurutnya, penyimpanan bahan yang terlalu lama berisiko menurunkan kualitas dan membuka peluang kontaminasi.
Agus Haris mengingatkan bahwa siswa sekolah dasar berada dalam masa pertumbuhan. Kondisi tersebut membuat mereka memerlukan asupan gizi seimbang dan aman.
“Kalau makanan tidak higienis, itu bisa berdampak pada kesehatan mereka. Anak-anak ini masih masa pertumbuhan, jadi kualitas makanan harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Secara prinsip, pengelolaan makanan yang baik mencakup tiga aspek utama: bahan baku segar, proses pengolahan yang bersih, serta distribusi tepat waktu. Kontaminasi dapat terjadi pada setiap tahapan, mulai dari pembelian hingga penyajian.
Karena itu, disiplin dalam manajemen dapur menjadi faktor penting dalam menjaga mutu pangan.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pembagian makanan, tetapi juga sarana membangun budaya konsumsi sehat di lingkungan sekolah.
Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan secara berkala agar standar keamanan dan kelayakan pangan tetap terjaga. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















