Siap Belajar Tatap Muka, 2.500 Guru di Balikpapan Rapid Test

Ilustasi.

PRANALA.CO, Balikpapan – Ketua Tim Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Balikpapan yang juga Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi melakukan inspeksi mendadak kegiatan rapid test bagi guru SD dan SMP yang digelar di Labkesda DKK Balikpapan.

“Hari ini kita mulai menggelar rapid test bagi guru-guru tingkat SD dan SMP yang nantinya akan menggelar simulasi pembelajar tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah di Balikpapan,” ujar Ketua Tim Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Balikpapan yang juga Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Kamis (10/12).

Rizal mengatakan, rapid test ini merupakan langkah persiapan pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya akan dimulai 14-15 Desember 2020 mendatang.

“Adapun jumlah guru SD dan SMP yang melaksanakan rapid sebanyak 2.500 orang, dimana simulasi dilaksanakan 14-17 Desember 2020, mudah-mudahan lancar, dan pembelajaran tatap muka tanggal 12 Januari 2021 bisa berjalan,” jelas Rizal.

Untuk kegiatan simulasi pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan di 42 SD dan 35 SMP negeri dan swasta di enam kecamatan.

Rizal menjelaskan, jika ditemukan guru yang hasil rapid testnya reaktif maka akan langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan swab test . Apabila hasil tes usap terkonfirmasi positif COVID-19 maka guru tersebut akan langsung menjalani isolasi dan mendapatkan penanganan.

“Untuk siswa kita tidak lakukan rapid, namun orang tua siswa bisa saja melakukan rapid di puskesmas. Tapi jika ada siswa yang mau melakukan rapid test mandiri ya kita silakan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Guru SDN 03 Balikpapan Kota, Hidayanti mengatakan, pelaksanaan rapid test ini sangat penting untuk mendeteksi sejak dini kondisi kesehatan guru-guru yang akan memberikan pelajaran pada simulasi PTM. Menurutnya, sudah beberapa bulan pihaknya berkordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan untuk persiapan simulasi PTM.

“Kita juga sudah kangen dengan siswa dan kita juga telah menyebarkan angket ke orang tua siswa, dimana dari 700 orang tua siswa yang ada di SDN 03 Balikpapan Kota, sebanyak 600 orang setuju dengan PTM, “ ujarnya.

Hidayanti menghargai keputusan 100 orang tua siswa yang menolak PTM dan tetap akan memberikan materi pembelajaran daring yang sama kepada siswa yang tidak bersedia mengikuti PTM. [idn]

More Stories
Covid-19 Didominasi Pendatang, Balikpapan Siapkan Pos Rapid Antigen