Sewa Lima Kamar, Puluhan Remaja di Samarinda Tertangkap di Hotel

  • Whatsapp
Puluhan remaja di Samarinda diamankan polisi di tengah pandemi (dok/polresta samarinda)

BULAN Ramadan rupanya tak membuat penyakit masyarakat mereda. Kamis (7/5) pukul 23.00, aparat merazia puluhan muda mudi di hotel melati.

Kepolisian dari Unit Jatanras Macan Borneo, Satreskrim beserta Satlantas dan Samapta Polresta Samarinda melakukan razia dan menindak puluhan muda-mudi di Hotel Merdeka, Kecamatan Sungai Pinang.

Bacaan Lainnya

“Untuk aktivitas mereka masih kita selidiki, kalau saat digerebek mereka berada di tempat itu hanya untuk main game online, namun masih kita dalami hal itu,” kata Kanit Jatanras Polresta Samarinda, Iptu Abdul Rauf di Jalan Merdeka, Samarinda, Jumat (8/5).

BACA JUGA:
Akhirnya, Indonesia Juara Piala Dunia Sepakbola Meski Versi Voting Instagram

Dari Informasi yang dihimpun, polisi berhasil mengamankan 28 muda-mudi yang terdiri dari 7 laki-laki dewasa, 2 perempuan dewasa dan 11 remaja laki-laki serta 8 remaja perempuan. Mereka diamankan petugas lantaran meresahkan warga sekitar, karena berkumpul dalam jumlah besar di satu kamar.

https://www.instagram.com/p/B_6YHBvpqP0/?igshid=9fqdxnhi4nob

Soal kedapatan belasan remaja itu, Rauf mengatakan bahwa Operasi Pekat Mahakam yang saat ini dilakukan untuk membubarkan para warga yang sedang berkumpul di satu tempat. Namun saat melintasi sebuah hotel di Jalan Merdeka terlihat banyak kendaraan sepeda motor yang terparkir di halaman hotel.

“Kami langsung melakukan pengecekan, saat masuk dan bertanya kepada petugas hotel dikatakan ada pertemuan di salah satu lantai hotel dan pelaku menyewa 5 kamar hotel,” kata Rauf.

BACA JUGA:
Percepat Test Swab, Kaltim Bakal Operasikan 3 Unit Alat PCR

“Anggota kami langsung bertindak dan memasuki kamar kamar tersebut dan benar saja kami mendapati para pelaku,” sambungnya.

Usai dilakukan pendataan, terdapat 19 remaja yang diamankan masih di bawah umur, terdiri dari 11 orang pria dan 8 orang perempuan. Sementara dewasa ada 2 orang perempuan dan 7 pria, semuanya warga Samarinda.

Seluruh remaja itu langsung digelandang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Jika nanti ada yang terbukti melanggar hukum mereka akan dikenakan sanksi.

BACA JUGA:
Bontang, Samarinda, dan Mahulu Belum Terindikasi Transmisi Lokal Covid-19

Hasil penyelidikan sementara muda-mudi ini diketahui hanya berkumpul saja. Polisi tidak mendapati barang bukti yang menjurus ke arah prostitusi, pesta alkohol maupun narkotika.

Dugaan sementara para muda-mudi ini berkumpul untuk menunggu waktu balapan liar yang sedang marak saat. “Dugaan sementara itu, karena beberapa di antaranya memiliki luka di kaki akibat jatuh dari motor. Namun lebih jelasnya kami masih selidiki lagi,” tuturnya. (*)

Pos terkait