Sengketa Lahan di Samarinda Berujung Kematian, Ini Motif Pelaku

  • Whatsapp
Jasad Burhanuddin, tewas dalam bentrok berdarah rebutan lahan di Handil Bakti, Kecamatan Palaran. Sementara Lamma, korban lain dirujuk ke RSUD IA Moeis karena luka tembak. [IST]

SAMARINDA – Tersangka pelaku penyerangan kasus berdarah di kawasan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur tertangkap sudah. AN (52) mengaku dendam terhadap korban karena kerap diteror.

AN merupakan salah satu warga dari kelompok Tani Empang Jaya menyerang warga di Kelurahan Handil Bhakti, Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Peristiwa itu mengakibatkan 1 orang tewas dan 6 terluka.

Bacaan Lainnya

“Kami merasa tidak pernah merampas tanah warga. Apalagi menjual lahan di kawasan Handil Bhakti, kami warga Handil Bhakti berhak juga mengelola lahan pertanian itu,” kata AN di Polresta Samarinda, Rabu (14/4/2021).

Buntut aksi penyerangan itu, AN kini jad tersangka. Dia membunuh Burhanuddin, pemilik lahan di kawasan Sungai Simpang Arang, Jalan Handil Bhakti Samarinda. Menurut AN, kelompoknya kerap diteror oleh korban seperti gubuk-gubuk petani milik mereka dibakar.

“Kami kelompok tani Empang Jaya diteror, gubuk-gubuk milik Petani Empang Jaya dibakar oleh korban dan kelompoknya,” ujarnya.

AN mengaku bahwa Koperasi Empang Jaya sudah memiliki lahan tersebut sejak 2015. Selama menguasai lahan itu mereka tidak pernah menjual atau memindahkan hak kepemilikan lahan tersebut ke pihak lain.

“Saya menyesal, namun saya harus bertanggung jawab atas apa yang saya perbuat,” kata AN.

Sementara, Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman bilang, bentrokan bermula dari adanya pembakaran pondok yang didirikan oleh Kelompok Tani Empang Jaya Swadiri pada Sabtu (10/4) lalu di Jalan Pakang, Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Palaran.

Atas kejadian ini pelaku kemudian mendatangi TKP dengan maksud untuk menghentikan kegiatan korban dengan kelompoknya yang melakukan pengerusakan dan pembakaran rumah milik anggota kelompok Tani Empang Jaya.

“Pelaku ini menggunakan senjata rakitan, jenis penabur. Sehingga, 7 orang menjadi korban, satu diantaranya meninggal dunia, sedangkan enam lainnya masih dirawat di rumah sakit,” kata Kombes Arif.

“Karena, ada beberapa versi, baik dari Kelompok Tani maupun warga Handil Bhakti,” terangnya.

Saat ditanya terkait dugaan pelaku lainnya, Arif mengaku masih melakukan penyelidikan atau pendalaman, apakah ada keterlibatan dari pihak lain.

Kata dia, memang sejauh ini belum ada terbukti. Tapi jika memang ada terlibat, pihaknya akan menahannya. “Memang pelaku AN ini pelaku tunggal yang melakukan penembakan terhadap korban (Burhanuddin), serta menebas leher korban dengan parang,” bebernya.

Saat ini situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kondusif dan polisi masih rutin melakukan patroli. Ini sebagai langkah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. ***

Pos terkait